Juara MotoGP musim lalu itu pun mengakui kesalahan terbesarnya pada strategi pemilihan ban yang ia lakukan saat balapan sempat tertunda lebih dari 40 menit.
“Rencana awal kami adalah menggunakan ban depan keras, tapi situasi kacau dengan hijan deras dan beberapa kali penundaan membuat kami ragu,” terang Marquez seperti dikutip dari situs resmi tim Honda.
“Pada akhirnya, kami memutuskan untuk menggunakan ban depan dengan tingkat kekerasan medium demi mengurangi risiko kecelakaan. Namun, ini justru menjadi kesalahan terbesar kami.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meski demikian, saya masih memiliki perasaan bagus dengan motor saya. Namun dengan pilihan ban seperti itu, saya tak mampu melakukan pengereman maksimal. Itu persoalan utama saya dan saya putuskan selesaikan saja balapan ini serta masih ada balapan di Argentina,” ungkap Marquez.
“Kami sadar harus berjuang keras di trek. Seandainya semua sesuai dengan rencana, kami bisa bersaing bahkan memenangkan balapan,” pungkas Marquez.