Yamaha tak bisa bersikap dalam menangani konflik antara Valentino Rossi dan Lorenzo yang terus meruncing dalam dua musim terakhir.
Yamaha sadar Rossi adalah nyawa mereka, baik dalam dunia balap, maupun ikon merek secara keseluruhan. Di sisi lain, Yamaha juga tahu Lorenzo adalah masa depan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Rossi dan Lorenzo sama-sama habis kontraknya di pengujung musim 2016, Yamaha sudah aktif bergerak merayu mereka untuk memperpanjang kontrak sejak awal musim 2016.
Yamaha seolah menutup mata terhadap api panas yang membara di antara Rossi dan Lorenzo. Mereka tak bisa bersikap dan tetap menganggap Rossi dan Lorenzo sama pentingnya.
Lorenzo merasa Yamaha masih lebih condong mengistimewakan Rossi dibandingkan dirinya. Di saat kebimbangan menguasai Lorenzo, ketika itu pula Ducati masuk memberikan tawaran.
"Yamaha memberikan penawaran bagus pada saya yang membuat saya menjadi pebalap dengan nilai kontrak terbaik di MotoGP. Namun saya memilih bergabung dengan Ducati karena memiliki motivasi untuk mencoba jadi juara dunia dengan motor lain," ucap Lorenzo saat membuat keputusan pindah.
Lorenzo membuat keputusan dan hal inilah yang pada akhirnya mendorong Yamaha bergerak lebih cepat. Mereka tak perlu benar-benar menunggu Rossi pensiun sebelum bertindak. Lorenzo telah memaksa Yamaha membuat keputusan penting.
Yamaha meminang Vinales, pebalap muda yang mencuri perhatian karena mampu finis di posisi enam besar dalam beberapa balapan awal dan sempat naik podium di GP Perancis.
Vinales adalah rencana darurat Yamaha karena Lorenzo tak mau memperpanjang kontrak. Namun, pada akhirnya Vinales adalah hadiah terakhir yang diberikan Lorenzo pada Yamaha.
Maverick Vinales tampil hebat di sisa musim 2016 setelah ia dipastikan jadi pebalap Yamaha untuk 2017. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA) |
Keraguan yang sempat membayangi Vinales seketika sirna ketika musim 2016 berakhir. Rasa optimisme kemudian lebih dominan mengiringi kedatangan Vinales ke Yamaha.
Potensi Bom Waktu
Sejak resmi menjadi pebalap Yamaha di awal 2017, Vinales hanya mengundang kekaguman demi kekaguman dari banyak orang. Kemampuannya beradaptasi dalam waktu singkat makin melejitkan namanya sebagai calon juara dunia MotoGP 2017.
Hasil tes Vinales yang impresif dan konsisten di Sepang, Philipp Island, hingga Qatar makin menguatkan keyakinan tersebut. Kesuksesan Vinales memenangi seri perdana di GP Qatar pada akhirnya jawaban jelas atas prediksi-prediksi yang mengiringi kedatangan Vinales ke Yamaha.
Di balik kedahsyatan debut Vinales bersama Yamaha, teriring pula kekhawatiran bahwa Vinales-Rossi akan mengulang pola sama yang pernah dilakukan oleh persaingan Lorenzo-Rossi.
Foto: AFP PHOTO / Karim JAAFARMaverick Vinales berhasil memulai musim 2017 dengan kemenangan di GP Qatar. |
Sejauh ini Vinales mampu menunjukkan sikap hormat pada Rossi. Ia tak pernah mengabaikan Rossi dan tahu bagaimana harus berkomentar pada ikon MotoGP yang lebih tua 16 tahun darinya. Vinales selalu menyebut bahwa Rossi adalah sosok yang terus dijadikan contoh oleh dirinya.
Bahkan di sela kemenangan mengesankan yang diraihnya di GP Qatar, Vinales tak lupa memberikan pujian penuh rasa hormat pada Rossi yang finis di posisi ketiga usai start dari posisi ke-10.
"Saya tak pernah mengabaikan Rossi di balapan ini. Saya tahu bahwa Valentino Rossi akan melakukan hal luar biasa pada hari Minggu,"ujar Vinales.
Vinales berhasil melewati ujian pertama dengan sangat baik. Ia sukses menjadi pemenang tanpa kehilangan hubungan akrab dengan Rossi.
Namun perjalanan musim ini masih panjang. Hubungan Rossi-Vinales berpotensi bakal panas, terutama ketika Rossi sudah memiliki ritme yang sejajar dengan kecepatan Vinales saat ini.
Saat itulah potensi komentar-komentar pedas Rossi muncul ke permukaan dan merusak suasana harmonis tim. Bila Vinales terpancing untuk membalas, maka benih-benih pertikaian bakal mulai terlihat jelas dan jadi kenyataan.
Andai Rossi dan Vinales bertikai, Yamaha bakal makin kesulitan bersikap, mungkin jauh lebih sulit dibandingkan saat Rossi-Lorenzo bertikai. Usia muda Vinales dan kapasitasnya untuk menjadi rival Marc Marquez di masa depan adalah alasan besar yang tak mungkin dikesampingkan.
Maverick Vinales tampil hebat di sisa musim 2016 setelah ia dipastikan jadi pebalap Yamaha untuk 2017. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Foto: AFP PHOTO / Karim JAAFAR