Jarvis memastikan situasi di garasi tim Yamaha musim ini jauh berbeda. Sebelumnya, ketika Rossi dan Lorenzo masih menjadi rekan setim, para kru Yamaha harus bekerja ekstra keras untuk tidak ikut terpancing rivalitas kedua pebalap.
"Dalam dua tahun terakhir, meski ada friksi antara kedua pebalap (Rossi dan Lorenzo), orang-orang dalam tim selalu bersatu. Itu adalah kultur yang selalu mampu kami pelihara. Kami harus menghadapi banyak friksi, tapi kami biarkan kedua pebalap menghadapi masalahnya dan mencoba tidak ikut campur," ujar Jarvis seperti dikutip dari MCN.
Menyusul sukses Vinales dan Rossi di GP Qatar, 26 Maret lalu, Jarvis mengatakan kondisi garasi tim Yamaha saat ini jauh berbeda. Pria asal Inggris itu bersyukur Rossi bisa akur dengan Vinales.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Movistar Yamaha menguasai podium GP Qatar. (AFP PHOTO / Karim JAAFAR) |
Sebelumnya, garasi Yamaha diprediksi akan tetap panas musim ini. Pasalnya, Vinales mampu membuat Rossi berada di bawah bayang-bayangnya mulai dari tes resmi hingga GP Qatar.
Sejauh ini prediksi tersebut tidak terbukti. Rossi dan Vinales terlihat santai dan bersahabat, baik di dalam dan luar trek. Atmosfer itu yang berusaha dipertahankan Jarvis dalam tim.
MotoGP 2017 sendiri akan menggelar seri kedua di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, akhir pekan ini. Musim lalu, Rossi berhasil finis di posisi kedua, di belakang Marc Marquez. Sedangkan Vinales gagal menyelesaikan balapan GP Argentina setelah mengalami kecelakaan di lap ke-17.
Movistar Yamaha menguasai podium GP Qatar. (