Lippi merupakan satu di antara pelatih tersukses di Juve. Selain menyumbang lima gelar Serie A, juru racik strategi berambut putih juga berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions 1994/1995 untuk Juve.
Lihat juga:'Giguain Tak Bisa Dihentikan Lewat Ejekan' |
Juve di bawah kendali Lippi juga mampu menembus final Liga Champions pada musim 1997/1998 dan 2002/2003. Namun, Si Nyonya Tua harus menyerahkan trofi bergengsi kepada Real Madrid dan AC Milan.
Kini, Juve berpeluang meraih gelar tertinggi Liga Champions musim ini. Namun, mereka harus bekerja keras di babak perempat final melawan raksasa Spanyol, Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juve dalam lima tahun terakhir memang mendominasi kompetisi domestik. Namun, mereka kerap gagal di kompetisi klub-klub terbaik Eropa. Namun, Lippi menilai kekuatan Pasukan Zebra kali ini sudah jauh berbeda.
Lihat juga:Napoli Buru Posisi Kedua Serie A |
Pelatih berusia 68 tahun itu juga menganalisis kekuatan Juve yang menonjol di sektor pertahanan. Namun, ketajaman lini depan Juve yang memiliki Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala juga tak bisa diremehkan.
"Tim-tim besar tersebut belum pernah menghadapi lawan dengan pertahanan setangguh Juve. Bukan hanya itu, tentu saja Juve sudah meningkatkan ketajaman mereka dengan kehadiran beberapa pemain baru."