Pada 19 April 2015, Rossi berhasil memenangi GP Argentina setelah bersaing ketat dengan Marquez. Pada balapan itu Marquez gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami kecelakaan saat balapan menyisakan dua lap.
Semuanya bermula saat Rossi dan Marquez bersaing memperebutkan posisi pertama di antara tikungan kelima dan enam. Setelah bersenggolan saat memasuki tikungan kelima, Marquez mengalami kecelakaan sebelum memasuki tikungan setelah ban depannya mengenai ban belakang Rossi. Rossi kemudian menjadi pemenang dan Marquez gagal finis.
Usai balapan, Rossi menyalahkan Marquez. The Doctor mengatakan Marquez terlalu banyak mengambil risiko. "Sangat disayangkan Marquez terjatuh, tapi saya pikir dia melakukan kesalahan. Marquez adalah pebalap yang mengambil risiko terlalu besar," ucap Rossi seperti dilansir Autosport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentino Rossi mengalahkan Marc Marquez di GP Belanda 2015 setelah terpaksa memotong jalur. (REUTERS/Michael Kooren) |
Klimaks perseteruan Rossi dengan Marquez terjadi di GP Malaysia musim itu. Rossi menuduh Marquez membantu Jorge lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia musim 2015. Rossi kemudian diklaim menendang Marquez dalam balapan hingga terjatuh.
"Saya tidak mengharapkan hal itu terjadi, tapi tampaknya Marquez marah sejak jatuh di GP Argentina. Dia berpikir saya melakukan hal itu dengan sengaja. Dan dia sangat marah tentang kejadian di Assen," ucap Rossi.
Kini rivalitas antara Rossi dengan Marquez sudah mereda. Rossi mengatakan tidak akan pernah melupakan tindakan Marquez pada musim 2015, namun pebalap asal Italia itu berusaha bersikap profesional.
Valentino Rossi mengalahkan Marc Marquez di GP Belanda 2015 setelah terpaksa memotong jalur. (