Cucu Presiden Ketiga Republik Indonesia Bachrudin Jusuf Habibie itu merupakan salah satu dari 14 pemain Indonesia di akademi sepak bola luar negeri yang mengikuti seleksi tersebut. Sebelum ikut seleksi Timnas U-19, Rafid aktif berlatih di ISM Academy Perugia, Italia
Lihat juga:Persib Bandung Ditekuk Bali United 1-2 |
"Persaingan masuk Timnas Indonesia ini berat. Jujur berat, karena pemainnya bagus-bagus baik dari lokal maupun luar. Saya berusaha melakukan yang terbaik," kata Rafid.
Rafid mengatakan statusnya yang merupakan cucu mantan presiden Republik Indonesia tidak membuatnya bisa pasti lolos seleksi Timnas U-19. Indra Sjafri, dikatakan Rafid, bukan pelatih yang memilih pemain berdasarkan status.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Rafid tidak merasa ada kendala dengan cara kepelatihan Indra di lapangan. Sejauh ini pemain 16 tahun itu mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilannya di seleksi Timnas U-19.
Lihat juga:Jadwal Siaran Sepak Bola Sabtu 8 April |
Sebelumnya, para pemain Indonesia yang berlatih di luar negeri dianggap Indra memiliki kemampuan fisik di bawah pemain lokal. Menanggapi hal tersebut, Rafid tidak membantah dan mengakui itu benar adanya.
"Mungkin seperti saya sudah tujuh bulan tidak mencoba lapangan Indonesia, sementara yang lain ada yang satu sampai dua tahun. Jadi butuh adaptasi. Namun, harus lebih baik ke depannya," ujar Rafid.