Cara ini rupanya diikuti pula oleh pembantu Presiden RI, yakni Menpora RI Imam Nahrawi. Jika Jokowi membagikan sepeda, Menpora memilih bola sepak sebagai hadiah yang ia bagikan kepada mereka yang benar menjawab kuisnya.
Tradisi memberi pertanyaan dan yang benar akan mendapat hadiah bola sepak bola tampaknya menjadi tradisi Menpora ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah.
Seperti pemandangan yang terlihat ketika memberikan kuliah umum STAI Bakti Negara (STAIBN) Tegal dan menyerahkan trofi Juara Umum Porsema NU ke-10 di Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dulu tidak pernah bermimpi untuk menjadi menteri, namun mimpi saya ketika kuliah adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai mahasiswa, saya dulu selain kuliah juga menjadi jasa penulis kaligrafi dan Alhamdulillah dari hasil tersebut bisa membiayai saya hingga lulus sekolah. Jadi pesan saya teruslah bekerja keras untuk menggapai mimpi mu," kata Menpora.
Salah satu pembicara pun melemparkan pertanyaan: "Dari kampus manakah Menpora berasal?"
Pertanyaan tersebut langsung dijawab salah satu mahasiswa.
"Pak Menpora berasal dari IAIN Sunan Ampel Surabaya," jawab salah satu mahasiswa. Jawaban itu pun tepat dan langsung diberikan hadiah bola sepak yang ditandatangani langsung oleh Menpora.
Pemandangan yang sama juga ditunjukkan Menpora ketika mengunjungi Pondok Pesantren Al Adalah, Padasari Jatinegara, Tegal.
Acara bagi-bagi bola tersebut tampaknya menjadi tradisi baru yang dilakukan Menpora untuk memotivasi masyarakat di daerah untuk berolahraga.
"Kalau bisa bola ini dibuat berolahraga ya. Meskipun lapangannya belum maksimal, jangan memupuskan semangat untuk berolahraga ya," pesan Menpora.