Atas dasar itu, otoritas sepak bola Indonesia (PSSI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bakal membuat pernyataan bersama terkait hal tersebut.
"Saya ingin memastikan Indonesia tidak ikut di sana (ISG). Sudah dipastikan. Kami akan pakai rencana B dan penjelasannya apa ini yang harus kami sampaikan," ujar Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, kepada wartawan di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (12/4).
Joko pun mengungkapkan pihaknya dan KOI bakal menjelaskan rinci pembatalan tampilnya Timnas yang diasuh Luis Milla itu pada pekan depan. Sebelum itu, sambung Joko, KOI dan PSSI akan segera mengadakan pertemuan untuk memperjelas alasan pembatalan. Joko mengatakan pihaknya tidak ingin pembatalan itu menjadi beban nantinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko Driyono saat ini menjadi Plt Sekjen PSSI setelah Ade Wellington mengundurkan diri awal pekan ini. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Selama itu, performa pemain akan tetap terus dipantu oleh tim kepelatihan Timnas U-22. Tim pelatih akan dibagi menjadi dua grup pemantau yaitu Eduardo Perez bersama Danurwindo dan Michael Gandia bersama Luis Milla.
Menurut Gede tampil bersama klub untuk mengikuti kompetisi Liga 1 2017 bisa menutupi kuantitas pertandingan yang dibutuhkan.
Setelah dirasa cukup untuk tampil bersama klub, pemain Timnas akan ditarik kembali untuk mengikuti pemusatan latihan di Spanyol. Setelah di Spanyol, mereka akan langsung ke Bangkok (Thailand) untuk ikut kualifikasi Piala Asia (U-23).
Adapun Milla saat ini masih berada di Spanyol dan direncanakan kembali ke Indonesia tengah pekan depan.
"Sampai hari ini (Milla) belum ada, tapi akhir pekan ini mudah-mudahan sudah datang. Rencananya 18-19 April datang," ungkap Joko.
Joko Driyono saat ini menjadi Plt Sekjen PSSI setelah Ade Wellington mengundurkan diri awal pekan ini. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)