Rencana absennya Alonso dari seri ke enam grand prix dalam kompetisi F1 2017 itu tentu saja mengejutkan pemerhati balap jet darat. Meskipun juara dunia F1 dua kali itu sebelumnya sudah menaruh minat ke Indy 500, tak disangka bakal diambil dengan mengorbankan salah satu seri GP F1.
Seperti dikutip dari AFP, keputusan Alonso mengikuti Indy 500 itu pun diumumkan tim yang ia bela pada Rabu (12/4). Indy 500 dan GP Monako 2017 bakal berlangsung pada saat yang sama yakni 28 Mei mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rio Haryanto Dapat Banyak Tawaran di Luar F1 |
Sejauh ini, baru ada satu sosok pebalap yang berhasil menjadi juara di tiga jenis balap berbeda. Dia adalah mendiang pebalap Inggris, Graham Hill (1929-1975). Serupa seperti Alonso, Hill pun pernah dua kali menjadi juara dunia F1 yaitu pada 1962 dan 1968.
"Saya pernah menjuarai GP Monako dua kali, dan ini lah salah satu ambisi saya untuk mendapatkan Triple Crown, yang sejauh ini hanya bisa dilakukan satu pebalap dalam sejarah: Graham Hill," tukas Alonso dikutip dari ESPN.
"Ini tantangan yang sulit, namun saya siap untuk ini. Saya tak tahu kapan bisa membalap di Le Mans, tetapi suatu hari nanti saya akan lakukan. Saya baru 35 tahun: Saya masih punya waktu untuk itu."
Alonso sendiri kembali mengalami momen mengecewakan di musim ketiganya bersama McLaren yang memakai mesin Honda di ajang balap F1.
Lihat juga:Baju Balap Rio Haryanto Dilelang |
Perjudian itu gagal karena pada musim tersebut Honda mengalami kesulitan dan banyak mendapatkan persoalan teknis--yang juga tak mampu dibenahi saat musim berjalan. Musim selanjutnya, musim 2016 silam, Honda mulai merangkak naik, namun performa buruk dan persoalan teknis selama dua rangkaian tes pramusim membuat kekhawatiran akan terjadi seperti 2015 kembali.
"Kami hanya punya satu masalah yakni unit tenaga," kata Alonso pada Maret lalu. "Tak ada ketahanan dan tak ada tenaga. Kami 30 km per jam lebih lambat saat di trek lurus."