FIFA Respons Regulasi Lima Pergantian Pemain di Liga 1

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Jumat, 14/04/2017 10:32 WIB
FIFA Respons Regulasi Lima Pergantian Pemain di Liga 1 FIFA akan melakukan observasi terkait penerapan regulasi baru di Liga 1. (REUTERS/Ruben Sprich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) merespons surat PSSI yang meminta persetujuan regulasi lima pergantian pemain untuk kompetisi Liga 1. Dalam surat tertanggal 12 April yang ditujukan ke Plt Sekjen PSSI, Joko Driyono, itu FIFA memberi jawaban positif terkait inisiatif PSSI.

PSSI melakukan sejumlah terobosan baru jelang pelaksanaan Liga 1 yang akan dibuka dengan pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (15/4).

Salah satu regulasi baru yang menjadi perbincangan hangat adalah pergantian pemain. Jika dalam peraturan FIFA disebutkan hanya ada tiga pergantian pemain untuk pertandingan kompetitif, maka PSSI akan menggunakan lima pergantian pemain di kompetisi Liga 1.

Lima pergantian pemain di Liga 1 juga terkait dengan peraturan memainkan tiga pemain U-23 dalam pertandingan, sebuah peraturan yang juga dikeluhkan sejumlah pihak.


FIFA dalam surat balasan untuk PSSI, menyatakan sudah mempertimbangkan dan memberi 'lampu hijau' bagi PSSI untuk menerapkan sejumlah regulasi baru itu di ajang Liga 1 yang dimulai akhir pekan ini.

"Kami telah mempertimbangkan proposal tersebut dengan berdasarkan bahwa semua klub peserta Liga 1 untuk memainkan minimal tiga pemain U-23 selama minimal 45 menit per pertandingan," tulis FIFA dalam surat yang ditandatangani Deputi Sekjen FIFA Marco Villiger dan James Johnson selaku Direktur Sepak Bola Profesional FIFA.

Khusus untuk proposal lima pergantian pemain di Liga 1, FIFA mengatakan: "FIFA tertarik dengan pandangan PSSI mengenai bagaimana penambahan jumlah pergantian pemain akan diterapkan, dan rencana skenario dalam menghadapi situasi seperti cedera atau pengusiran pemain."

Lebih lanjut FIFA akan melakukan observasi terkait regulasi baru yang diterapkan PSSI di Liga 1. FIFA juga meminta penjelasan lebih lengkap dari PSSI terkait bagaimana keputusan untuk menerapkan peraturan baru untuk Liga 1 itu dibuat.

"PSSI jelas mengangkat isu penting mengenai efek regulasi ini terhadap kualitas Liga 1, yang merupakan hal yang penting. Kami tertarik menerima detail lebih jauh dari PSSI tentang hal ini," tulis FIFA.

Sementara itu Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, mengatakan bahwa ini adalah bentuk arahan dari FIFA. Selanjutnya PSSI, dikatakan Edy, akan terus melakukan komunikasi dengan FIFA terkait perkembangan regulasi baru di Liga 1.

"Atas surat FIFA ini, PSSI akan membangun komunikasi intens dengan FIFA, memberikan penjelasan detail konsep percepatan pengembangan sepakbola di Indonesia, khususnya inplementasi U-23 di kompetisi Liga 1," ucap Edy dalam rilis resmi PSSI.