Essien dimainkan Djadjang sebagai gelandang bertahan berpasangan dengan Hariono ketika Persib ditahan imbang Arema. Sebagai gelandang serang, pelatih yang akrab disapa Djanur itu memainkan pemain muda Gian Zola.
Lihat juga:Pemain Marquee Arema Lebih Murah dari Essien |
Djanur tidak memungkiri Essien bisa menjalani peran sebagai gelandang serang. Namun, pelatih 52 tahun itu mengaku terpaksa memainkan Essien sebagai gelandang bertahan saat melawan Arema.
"Ada pertimbangan lain (yang tak bisa diungkapkan). Tapi, saya sudah konsultasikan kepada yang bersangkutan sehingga akhirnya Essien dipasang sebagai gelandang bertahan," ucap Djanur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti Anda lihat semuanya, saya pikir cukup bagus di cuaca tropis dan Essien harus beradaptasi. Ada sentuhan-sentuhan magis dan memberikan hiburan," ujar Djanur.
Lihat juga:Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola 16 April |
Pemain asing Persib lainnya, Carlton Cole, baru masuk di awal babak kedua menggantikan posisi Gian Zola. Terkait penampilan Cole, Djanur mengakui lini tengah Persib belum mampu memberikan umpan-umpan matang ke penyerang asal Inggris tersebut.
"Cole juga sama, bermain bagus. Dia banyak mengharapkan bola-bola umpan silang, namun belum maksimal. Aliran bola banyak dari sayap, terutama pada babak pertama padahal tidak punya penyundul. Kami akui kurang punya pencipta alur-alur serangan sehingga banyak mengandalkan kecepatan dari sayap," ucap Djanur.