Seperti diketahui, laga PS TNI melawan Borneo FC berjalan keras. Kedua tim tampak ngotot demi mengejar kemenangan. Alhasil benturan di lapangan kerap kali tak terelakkan.
Buntutnya, dua pemain Pesut Etam Helder Lobato dan Wahyudi Hamisi mengalami cedera di kepala. Lobato mengalami luka di pelipis dan harus dijahit. Wahyudi mengalami memar di wajah.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin mengatakan akan melayangkan protes terhadap kinerja wasit yang dianggap membiarkan pelanggaran buruk terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih PS TNI Laurent Hatton menilai manajemen Borneo terlalu cengeng. Baginya, benturan di lapangan menjadi hal yang wajar dalam pertandingan sepak bola.
“Saya pikir wasit memimpin dengan baik untuk menilai pemain kami kasar atau tidak. Saya pikir ini permainan sepak bola dan sepak bola untuk laki-laki, jika kamu tidak mau main sepak bola maka tinggal saja di rumah,” sambungnya.
Lihat juga:PS TNI Janji Tampil Tanpa Beban Lawan Persib |
Pada laga tersebut, PS TNI dan Borneo FC bermain imbang 2-2 dan harus puas dengan satu poin. Hatton sendiri mengaku senang bisa menghadapi tim berkualitas di awal musim.
“Kami senang karena kami hadapi tim kuat, Borneo. Mereka main bagus dan dapat finis di lima besar atau bahkan tiga besar karena mereka punya kualitas dan nama besar,” ujarnya.