Sejak 2014 silam laga El Clasico pun diwarnai pertarungan dua gelandang inti Timnas Kroasia yaitu Luka Modric di Real Madrid dan Ivan Rakitic di Barcelona.
Modric telah bermain di Santiago Bernabeu sejak ia direkrut dari Tottenham Hotspur pada 2012 silam. Sementara itu, Rakitic mulai merasakan El Clasico sejak direkrut Barca dari Sevilla pada 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Graffiti Unik Jelang El Clasico |
Bahkan, kedua pemain tersebut tak berkomunikasi jelang El Clasico pada malam nanti.
"Setelah pertandingan, kami mungkin baru akan berangkulan dan berbicara seperti biasa lagi."
Laga El Clasico kali ini berpeluang menjadi lebih panas dan muncul drama dibandingkan partai-partai sebelumnya. Pasalnya, hasil laga yang bakal berlangsung di markas Madrid, Santiago Bernabeu, itu bisa menentukan titel juara La Liga musim ini.
Jika Barcelona kalah dalam laga tersebut, bisa dikatakan Madrid telah mengunci gelar juara La Liga. Saat ini, Madrid berada di puncak klasemen La Liga dengan selisih tiga poin lebih unggul dibandingkan Barcelona.
Tak hanya itu, Madrid pun masih memiliki tabungan satu laga.
Modric pun punya motivasi lain agar bisa membawa Madrid menang pada malam ini.
"Titel La Liga adalah satu-satunya gelar yagn saya belum punya bersama Real Madrid dan saya yakin waktunya telah tiba untuk mengakhiri rekor tersebut," ujar pria berusia 31 tersebut.
Luka Modric (putih) adalah unsur utama dalam racikan strategi Zinedine Zidane. (Reuters/Albert Gea) |
Modric pun lebih sering bermain sebagai starter dibandingkan memainkan laga dari bangku cadangan. Cuma dua kali Modric masuk sebagai pemain cadangan dalam seluruh laga Madrid di segala kompetisi musim ini.
Dalam La Liga musim ini saja, dari 32 laga yang telah dilalui Modric bermain 20 kali. Sisanya lima laga absen karena cedera, satu hukuman kartu, tiga tak masuk daftar pemain, dua diam di bangku cadangan.
Selain untuk mengganjal Madrid, Rakitic ingin tim tersebut menjuarai La Liga--satu-satunya trofi yang masih berpeluang diraih musim ini.
Tak hanya itu, Rakitic pun ingin mempersembahkan kemenangan di Bernabeu bagi rekan satu timnya, Neymar yang tak bisa bermain karena sanksi tiga laga dari otoritas Liga Spanyol.
"Kami percaya diri dan kami memiliki tim yang kuat. Kami ingin menunjukkan kepada Neymar bahwa tanpa dia bersama kami, kami masih bisa melakukannya. Dan, semoga saja kami bisa mempersembahkan kemenangan untuknya," ujar Rakitic.
Luka Modric (putih) adalah unsur utama dalam racikan strategi Zinedine Zidane. (Reuters/Albert Gea)