"Saya pikir pertarungan ini mungkin untuk terjadi. Akan tetapi mari kita lihat perkembangannya. Sampai saat ini belum ada sesuatu yang diputuskan," kata Attar seperti yang dilansir dari MMA Fighting, Selasa (25/4).
"Saya pikir proses mewujudkan pertarungan ini masih berlangsung. Yang pasti adalah antusiasme yang berkembang saat ini sudah dalam arah yang tepat," katanya menambahkan.
Attar mengatakan pertarungan antara McGregor melawan Mayweather berbeda dengan Manny Pacquiao melawan Mayweather.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ini pertarungan ini adalah kemauan dari para penggemar. Salut untuk Dana White (Presiden UFC) dan pihak UFC yang menyadari ini sebagai sebuah peluang besar dan ingin terlibat di dalamnya. Saya pikir pertarungan ini adalah sebuah evolusi," ucap Attar.
Kabar pertarungan antar lintas cabang bela diri tersebut mencuat ketika McGregor merebut gelar kelas ringan dari Eddie Alvarez dalam laga UFC 205 di New York City pada November 2016. Petarung Irlandia itu mengatakan akan rehat sejenak dari dunia tarung bebas sebelum menentukan rencana dia selanjutnya.
Seiring dengan berjalanannya waktu, para pencinta olahraga bela diri mulai ramai membicarakan kemungkinan mempertemukan McGregor dengan Mayweather dalam satu ring. Bila pertarungan itu menjadi kenyataan, McGregor akan menerima bayaran paling besar dalam kariernya.
Dilansir dari MMA Fighting, McGregor diperkirakan dapat membawa pulang uang senilai 75 juta dolar atau sekitar Rp995 miliar.