Salah satu petenis yang tidak setuju adalah Euginie Bouchard. Atlet asal Kanada itu menilai Sharapova seharusnya tidak lagi diperbolehkan mengikuti turnamen karena pernah terlibat kasus doping.
Sharapova terkena sanksi penggunaan obat terlarang, meldonium, namun petenis Rusia itu menegaskan tak mengetahui bahwa kandungan zat tersebut masuk kategori zat terlarang dalam daftar terbaru WADA.
Petenis berusia 30 tahun tersebut mengaku menggunakan meldonium dalam satu dekade terakhir sebagai upaya pencegahan terhadap diabetes yang ada dalam riwayat keluarganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia adalah perempuan yang curang dan saya pikir seseorang yang berbuat curang dalam olahraga manapun tidak diperbolehkan untuk tampil lagi," kata Bouchard seperti yang dikutip dari BBC Sports, Kamis (27/4).
Sharapova menjalani laga pertamanya di WTA Stuttgart, Rabu (26/4) dengan sebuah kemenangan. Ia mengalahkan petenis Italia, Roberta Vinci, di babak pertama dengan skor 7-5 6-3.
"Saya pikir kembalinya Sharapova tidak benar adanya dan dia bukan seseorang yang bisa saya jadikan anutan lagi. Tidak adil bagi seluruh pemain yang bermain tenis dengan cara yang benar [tanpa doping]," ucap Bouchard.
Selain bertanding di WTA Stuttgart, Sharapova juga mendapat wildcard untuk bertanding dalam turnamen di Madrid dan Roma. Ia juga kemungkinan bertanding untuk Perancis Terbuka pada 16 Mei mendatang.
Sementara itu, Sharapova sendiri seakan tak peduli dengan perkataan orang mengenai dirinya.
"Saya ditawari wildcard dari direktur turnamen dan saya menerimanya. Saya datang tanpa peringkat dan saya mendapat wildcard bukan untuk menerima trofi atau bentuk penghargaan lainnya. Saya mesti melewati setiap pertandingan dari bawah dan saya masih ingin memenangkannya," ujar Sharapova.