Kedua penggemar klub asal London Utara ini pasti akrab dengan istilah St. Totteringham's Day. Sebuah istilah yang dipakai fan Arsenal untuk mencibir pendukung lawan ketika Spurs tak bisa lagi melewati perolehan poin Arsenal.
Perayaan St. Totteringham's Day sebenarnya sudah muncul pada 90-an. Namun, istilah ini mulai mendunia pada tahun 2002 berkat ulasan di laman Arseweb.com. Media-media mainstream sendiri mulai menggunakannya pada tahun 2010.
Istilah tersebut menjadi populer diperbincangkan dan diulas media karena pada faktanya Spurs tak mampu melewati perolehan poin Arsenal sejak 1995. Sebuah istilah yang dibuat pendukung Arsenal dan diamini publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Arsenal dan Spurs bersaing ketat di papan atas Liga Inggris musim 2015/2016. Kedua klub London ini bahkan sempat berada di puncak klasemen hingga pada akhirnya harus puas menyaksikan Leicester City yang menggenggam titel.
Sementara Arsenal menghuni peringkat enam dengan perolehan 60 poin dari 32 laga. Meski memiliki sisa satu pertandingan lebih sedikit dari Spurs, namun jarak di antara keduanya terbentang lebar.
Peluang Spurs untuk memperlebar jarak sekaligus menjaga asa menghapus kutukan St. Totteringham's Day semakin terbuka jika mampu mengalahkan Arsenal pada lanjutan Liga Primer di White Hart Lane, Minggu (30/4).
Seandainya menang, Spurs sukses memutus perayaan spesial fan Arsenal yang sudah berlangsung sejak 22 tahun silam. Pasalnya, The Lilywhites bakal meninggalkan Arsenal dengan jarak 17 poin atau tak bisa lagi dikejar hingga akhir musim.
Meski demikian, Arsenal yang tengah berambisi untuk menembus empat besar, juga mengusung target kemenangan di markas Spurs. Derby London Utara kali ini dipastikan memanas bagi kedua tim yang masing-masing menyimpan gengsi tersendiri.
The Lilywhites juga mengincar poin penuh demi menjaga asa meraih gelar musim ini. Tim arahan Mauricio Pochettino berupaya menjaga jarak empat poin dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.