logo CNN Indonesia

David Moyes Akhiri Catatan Sunderland di Liga Primer

, CNN Indonesia
David Moyes Akhiri Catatan Sunderland di Liga Primer Di bawah asuhan David Moyes, Sunderland gagal bertahan di Liga Primer Inggris. (Reuters/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sunderland akhirnya tersingkirkan dari Liga Primer Inggris dan harus berkompetisi di divisi championship musim depan. Terdegradasinya Sunderland itu tak lepas dari kekalahan skuat asuhan David Moyes tersebut dari AFC Bournemouth di hadapan publik Stadium of Light, Sabtu (29/4).

The Black Cats—julukan Sunderland—kalah karena gol Joshua King menyambut assist Ryan Frasser pada ujung waktu normal. Kekalahan tersebut, ditambah hasil imbang Hull di markas Southampton di saat yang sama telah memastikan Sunderland mengucapkan selamat tinggal kepada Liga Primer Inggris yang selama sedekade ini selalu berhiaskan nama tim tersebut.

Terakhir kali Sunderland degradasi adalah pada musim 2005/2006 silam. Cuma semusim di Championship, mereka kembali ke level teratas di 2007/2008. Dalam periode 10 tahun di Premier League sejak saat itu, posisi terbaiknya adalah finis ke-10 pada 2010/2011.

Musim ini sendiri menandai keempat kalinya Sunderland terdegradasi di era Liga Primer yang telah berlangsung sejak 1992 silam. Selain Sunderland, tim lain yang kerap naik turun Liga Primer divisi Championship adalah Crystal Palace dan Norwich City.

Sementara itu bagi Moyes nasibnya di Sunderland menjadi tanda tanya kini, termasuk bagi dirinya sendiri. Mantan manajer Everton dan Manchester United itu bahkan menyebut hari Sabtu lalu sebagai hari terburuk dalam karier sepak bolanya.

“Saya sungguh-sungguh kecewa. Saya merasakan [kekecewaan] suporter. Mereka menaruh hati dan dana demi [perjalananan] tim ini,” kata Moyes seperti dikutip dari AFP.

“Ini adalah kegagalan kolektif dari atas hingga bawah - tak benar untuk menyalahkan seorang individu. Klub in mesti lebih kuat dibandingkan seorang individu."

Bagi Moyes terdegradasinya Sunderland itu pun menambah daftar kesialan dirinya dalam karier sebagai juru taktik sejak memutuskan hengkang dari Everton. Moyes yang sempat menjadi salah satu manajer berpengaruh di Inggris kala menukangi Everton, berubah jadi pesakitan ketika menerima pinangan Manchester United pada musim 2013/14 silam.

Dia dipecat dari MU pada April 2014 dan kemudian mencoba peruntungan di Real Sociedad. Ternyata nasib Moyes di klub La Liga Spanyol itu pun tak mulus.

Setelah sempat menganggur, Moyes dipercaya menangani Sunderland pada awal musim ini. Dia menggantikan Sam Allardyce yang sudah membawa Sunderland kembali ke Liga Primer pada April 2014. Pria yang dijuluki Big Sam itu menyerahkan tongkat manajerial Sunderland kepada Moyes karena saat itu ia ditunjuk jadi manajer timnas Inggris—kini posisinya diganti Gareth Southgate. Big Sam sendiri saat ini merupakan Manajer Crystal Palace.

Di bawah binaan Moyes, Sunderland tak bermain cukup apik. Tim tersebut berada di zona degradasi sejak September tahun lalu. Setelah itu, terutama setelah dimulainya paruh musim kedua, Sunderland kesulitan keluar dari posisi juru kunci.

Sepanjang musim ini, hingga pekan ke-34, Sunderland hanya lima kali mencatatkan kemenangan. Selebihnya adalah enam kali imbang, dan 23 kali kalah.

“Saya belum pernah berada dalam situasi ini sebelumnya dalam karier saya. Ini jelas sekali mengecewakan,” ujar kapten sekaligus bek Sunderland yang pernah bermain di Manchester United, John O’Shea. (kid)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video