Pada 12 April lalu FIFA membalas surat PSSI yang meminta persetujuan regulasi lima pergantian pemain untuk kompetisi Liga 1. Dalam surat balasan tersebut FIFA tidak memberi pernyataan jelas, terkait menyetujui atau menolak permintaan PSSI.
Meski regulasi pergantian lima pemain di Liga 1 masih menjadi perdebatan, Joko mengaku tahapan diskusi yang dilakukan PSSI bersama FIFA bukan untuk mendapatkan persetujuan.
"Ini sebuah perjalanan yang panjang. Topiknya adalah pengembangan sepak bola. Tidak ada pemikiran untuk memperdebatkan ini boleh atau tidak. Bukan itu konteksnya," ucap Joko kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak regulasi itu diterbitkan, PSSI mengaku sudah mengirimkan surat laporan kepada FIFA. Pasalnya, regulasi itu tidak sesuai dengan aturan Law of the Game FIFA, yakni maksimal tiga kali pergantian pemain.
Lihat juga:Sanksi Ferdinand Sinaga Bisa Bertambah Berat |
Selanjutnya, PSSI akan membuat laporan atas penggunaan aturan baru tersebut setelah kompetisi berjalan, setidaknya pada kuartal pertama berjalannya musim kompetisi.
"Evaluasi itu lebih kepada kendala, penerapan, pengawasan, ketaatan, termasuk statistik karena U-23 yang dimainkan ini terkait jumlah menit bermain minimal 45 menit. Statistiknya seperti apa dievaluasi. Barulah sebatas data-data dulu," ucap Joko.