Baru empat pekan berjalan, kompetisi Liga 1 diwarnai aksi brutal di lapangan. Ironisnya, sejumlah pelanggaran keras justru dilakukan oleh pemain-pemain yang pernah membela Timnas Indonesia.
Ferdinand Sinaga misalnya. Penyerang PSM Makassar ini kedapatan memukul penyerang Persela, Ivan Carlos, di bagian belakang kepala. Pemain Timnas Piala AFF 2016 itu disanksi empat larangan bertanding.
Aksi tidak sportif juga dilakukan Kapten PS TNI, Abduh Lestaluhu. Ia juga memukul striker Bhayangkara FC Thiago Furtuoso Dos Santos saat duel perebutan bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana banyak lembaga, institusi yang memang berhak dan berkewajiban melakukan tindakan. Silahkan komdis harus melihat secara jujur mana yang melanggar mana yang indisipliner. Saya kira Komdis harus tegas," ujar Imam.
"Yang jelas kelihatannya ada 11 agenda. Enam dari Liga 1 dan lima dari Liga 2. Kalau tidak cukup selesai satu hari akan dilanjutkan sampai Jumat (5/5)," kata saat dihubungi CNNIndonesia.
Dwi berharap, sidang Komdis nantinya bisa memberikan efek jera kepada para pelaku. Setidaknya, lanjut Dwi, sanksi yang disiapkan bisa membuat pelaku malu dan enggan untuk mengulangi kesalahannya.
Lihat juga:Sanksi Ferdinand Sinaga Bisa Bertambah Berat |
Sejumlah pemain yang diduga melakukan perilaku tak sportif dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan lebih rinci.
"Ada beberapa yang diminta konfirmasi ada yang tidak, karena yang diminta konfirmasi kami memberikan hak jawab, seperti Ferdinand Sinaga," jelasnya.
"Dalam memberikan hukuman kami berusaha untuk objektif, manusiawi, adil, dan yang paling penting konsisten. Keputusan kami bisa diterima dan kami menjalankan fungsi sebagai Komdis dengan baik," ujar Dwi.