Keberhasilan meraih podium kedua MotoGP AS di sirkuit Austin dua pekan lalu telah membuat Rossi memuncaki klasemen pebalap musim ini. Namun, ambisi pebalap veteran tersebut untuk merebut titel juara dunia kesepuluh masih panjang.
Untuk itu ia harus tetap tampil kompetitif untuk terus menang, atau setidaknya kerap naik podium. Di tiga seri GP awal kompetisi musim ini pria berusia 38 tersebut selalu naik podium dengan tren positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi setelah bagaimana dia [Rossi] melewati pramusim dan bagaimana menderitanya dia untuk beradaptasi dengan [motor] Yamaha 2017, yang mana dia masih merasa tak sepenuhnya nyaman, tak seperti [rekan satu tim] Maverick Vinales."
"Rossi juga telah mengalami banyak situasi yang membantu dirinya membaca [arah] kejuaraan lebih baik dibandingkan lainnya," ujar Mamola.
Kunci bagi Rossi, sambung Mamola, adalah perlu bersabar. Menurut Mamola pengalaman Rossi memang bejibun, namun dia harus sadar usianya kini yang hampir menginjak kepala 4 bakal berpengaruh pada stamina.
"Sementara itu Marc [Marquez] dan Maverick akan mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menang pula pada Minggu nanti, Rossi bakal waspada bahwa dia mungkin tak dapat melaluinya dengan pendekatan yang sama," ujar Mamola.
Mamola yang semasa berkarier di grand prix dikenal dengan kedekatannya bersama penggemar menilai Marquez dan Vinales meski masih muda memiliki ketelitian dalam balap. Keduanya, ujar Mamola, adalah beberapa di antara pebalap yang jarang melakukan kesalahan.
"Vinales memang betul dia terjatuh dua pekan lalu di Austin, namun saya percaya dia tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi," kata Mamola.
Musim lalu Rossi tampil impresif di Sirkuit Jerez. Meraih posisi pole, pebalap 38 tahun itu memimpin balapan sejak lap pertama hingga melewati garis finis.
Catatan yang perlu diingat lagi, Rossi memang berjaya di Jerez. Namun, faktanya dalam lima tahun terakhir ada lima pemenang berbeda di sana yakni Casey Stoner, Dani Pedrosa, Marquez, Lorenzo, dan terakhir Rossi.