Mereka berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam lomba lari lintas alam Rinjani 100 mendaki gunung Rinjani sejauh 100 km.
"Sebenarnya yang daftar hampir 1000-an orang, tetapi yang lainnya tidak lolos kualifikasi syarat," ujar Direktur Balap Rinjani 100 Rudi Rohmansyah di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, seperti dikutip dari Antara, Jumat (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari empat kategori tersebut, untuk yang terjauh diikuti 39 peserta. Sementara itu yang paling banyak ada di nomor 36 km yakni 271 peserta.
Ada tantangan yang berbeda-beda di setiap kategori. Untuk 27 km, pelari harus melewati total ketinggian 1,7 km dengan batas waktu (cut off time/COT) sembilan jam. Lalu pada nomor 36 km, peserta total melewati ketinggian 2,76 km dengan COT 15 jam.
Selanjutnya untuk kategori 60 km, total ada 5,32 km ketinggian yang mesti ditaklukkan dalam waktu maksimal 20 jam, termasuk melewati puncak Rinjani. Terakhir, di nomor paling ekstrem 100 km, total peserta lari menanjak setinggi 9,16 km dalam batas waktu 36 jam, meliputi puncak Rinjani dan lereng Senaru (Senaru Rim).
"Kalau waktu finis lebih dari COT, dianggap tidak menyelesaikan lomba," ujar Rudi.
Gunung Rinjani memiliki puncak dengan ketinggian 3726 mdpl. (Thinkstock/Ifew) |
"Kami ingin tamu merasa aman dan nyaman mengikuti Rinjani 100. Apalagi acara ini diikuti peserta dari luar negeri," ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Kayangan, Lombok Timur Putu Arga Sujarwadi.
Jika ada permasalahan pelik terkait peserta, Putu menjelaskan Basarnas akan segera melakukan evakuasi dan dibantu juga personel Polri dan TNI yang juga dikerahkan sebagai pengawas.
Terkait cuaca, Putu menilai keadaannya cukup baik dan diharapkan tidak berubah sampai kompetisi itu selesai. Namun, dia menekankan cuaca termasuk pemandangan yang bagus bisa membuat peserta lengah.
"Rinjani ini indah tetapi tidak boleh teledor. Peserta harus mengikuti jalur yang benar agar sukses sampai garis finis," kata Putu.
Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Jayawijaya atau Puncak Cartenz (4884 mdpl) dan Gunung Kerinci (3805 mdpl). Rinjani sendiri merupakan puncak gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Kerinci yang berada di Sumatera.
Gunung Rinjani memiliki puncak dengan ketinggian 3726 mdpl. (Thinkstock/Ifew)