Buffon sudah dua kali masuk final Liga Champions bersama Juventus. Kesempatan pertama datang pada tahun 2003 saat Juventus kalah adu penalti dari AC Milan. Kesempatan kedua datang 12 tahun kemudian ketika Juventus kalah 1-3 dari Barcelona.
“Kalah lewat adu penalti di tahun 2003 sangat menyakitkan, namun karena saya masih 25 tahun, maka saya tetap tenang karena saya yakin bahwa saya masih bisa memenangkan banyak gelar setelah momen itu.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kekalahan itu yang membuat Buffon coba bersikap lebih tenang pada musim ini. Buffon bahkan tidak terlalu merayakan kemenangan secara berlebihan saat Juventus mampu menyingkirkan Barcelona di babak perempat final.
“Saya tahu bahwa setelah momen tersebut, maka kami bisa memenangkan gelar atau kembali kecewa. Karena saya sudah berkali-kali kecewa, maka saya ingin benar-benar memastikan kemenangan sebelum merayakannya,” tutur Buffon.
Buffon sendiri mengakui bahwa trofi Liga Champions berarti penting dalam perjalanan kariernya.
“Trofi Liga Champions berarti besar bagi saya. Trofi itu akan menjadi kegembiraan terbesar, tentunya bersama trofi Piala Dunia 2006.”
“Saya selalu menginginkan trofi Liga Champions dan selalu yakin bahwa kami bisa melakukannya,” ujar mantan kiper Parma ini.
Juventus sendiri saat ini tengah bersiap menghadapi leg kedua semifinal Liga Champions menghadapi AS Monaco di Stadion Juventus. Juventus sendiri ada di atas angin lantaran unggul 2-0 pada leg pertama.