Pemenang dari laga yang kick-off dijadwalkan pukul 18.30 WIB tersebut bisa dipastikan bakal menggeser Persib dari posisi puncak klasemen sementara.
Pasalnya, saat ini PSM dan Arema berada di peringkat dua dan tiga dengan nilai yang sama yakni 10 poin. Sementara Persib puncak klasemen dengan 11 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara PSM tak pernah menang selama tujuh tahun terakhir kala menjamu Arema. Bahkan, dalam dua pertemuan terakhir--termasuk dalam ISC 2016 silam--PSM takluk di hadapan Arema.
Namun jelang laga nanti pelatih PSM , Robert Rene Alberts, optimistis barisan penyerangnya mampu menjebol gawang Arema.
"Kami respek dengan kenyataan tanpa kebobolan yang dimiliki Arema. Namun hal itu justru menjadi penambah motivasi bagi kami khususnya para penyerang untuk bekerja lebih keras dalam membongkar pertahanan lawan. Saya optimistis dengan potensi para penyerang PSM," ujar Rene Albert seperti dikutip dari Antara.
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain) |
Albert pun berharap pemain ke-12 yang berada di tribune alias suporter PSM akan mampu meneror mental skuat Arema sehingga bermain tak baik. Juru taktik asal Belanda itu berharap status tuan rumah yang didukung penuh suporter dapat pula meningkatkan motivasi skuat Juku Eja di hadapan Arema.
"Arema tentunya juga punya ambisi untuk mencuri poin, begitupun dengan kita yang juga bertekad mendapatkan catatan bagus dengan sebuah kemenangan di kandang. Saya kira akan menjadi sebuah kebanggaan jika bisa mengalahkan Arema di pertandingan nanti," ujar Rene Alberts.
Arema Tak Khawatir Tekanan Suporter PSM
Sementara itu juru taktik Arema Aji Santoso menegaskan skuatnya tak akan mengkhawatirkan tekanan suporter PSM.
"Soal pengaruh tekanan suporter, bagi saya jika suporter meluber hingga ke pinggir lapangan justru itu yang menarik. Artinya pertandingan memang punya gengsi dan memang ditunggu, sebaliknya jika penonton sepi, maka pertandingan juga terkesan membosankan," kata Aji yang pernah ikut membawa PSM jadi juara liga pada musim 1999/2000.
"Asalkan tentu saja sesuai dengan aturan, tidak ada aksi lempar-lempar, bakar kembang api dan sebagainya. Jika soal teriak-teriak, hal itu normal dan dimana saja memang seperti itu khususnya dalam sebuah pertandingan besar."
Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat) |
Selanjutnya untuk posisi gelandang, Aji membawa Adam Alis, Hendro Siswanto, M Rafli, Ferry Aman Saragih, Esteban Vizcarra, Andrianto, Dendi Santoso, serta Ahmad Bustomi.
Adapun di lini depan, ia membawa mempercayakan kepada Cristian Gonzales, Dedik Setiawan, Dalmiansyah Matutu, serta pemain marquee Juan Pablo Pino.
Hal yang jadi sorotan adalah di lini pemain muda yang wajib dimainkan. Pasalnya, tiga penggawa muda yang biasa jadi pemain inti Arema masih mengikuti pelatnas Timnas Indonesia U-22.
Adapun tiga pemain muda Arema yang harus absen dalam laga penting di Makassar yakni Bagas Adi, Hanif Sjahbandi, dan Nasir.
"Memang kehadiran tiga pemain timnas itu dalam Arema memberikan peran, namun sekali lagi saya jelaskan jika saya memang tidak pernah mengandalkan satu-dua pemain saja. Artinya kami tidak perlu bingung jika pemain absen karena sepak bola merupakan permainan tim," kata Aji.
Satu hal yang pasti, siapa pun pemenang laga antara PSM dan Arema, dia akan menggeser Persib dari posisi puncak klasemen sementara Liga 1 2017 pada pekan pertandingan kelima ini.
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)
Pelatih Arema FC, Aji Santoso. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)