Kekalahan 0-1 dari Persela Lamongan, Rabu (10/5), menjadi hasil negatif ketiga yang diderita Persija. Sebelumnya tim Ibu Kota takluk dari PSM Makassar dan Madura United.
Lihat juga:Ketum PSSI Soal Rezaldi: Dosa Itu! |
Pelatih asal Brasil tersebut sadar kegagalan Persija pada tiga laga terakhir menjadi pukulan telak bagi suporter. Namun, ia yakin nada sumbang yang berseliweran di media sosial (Twitter) bukan berasal dari Jakmania yang mendukung di stadion.
"Soal suara yang benar-benar the Jakmania mendukung saya. Saya tidak tahu suara dari mana. Suara media sosial tidak ada di stadion, mungkin suara media sosial dari suporter atau tim lain," ujar Teco.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teco mengaku tetap menaruh hormat kepada fan yang setia mendampingi di tribune stadion, bukan kepada suporter yang hanya bisa berkicau di media sosial.
Isu pemecatan Teco mulai santer terdengar di kalangan suporter Persija. Sebab, juru taktik asal Brasil itu hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu imbang dari lima laga terakhir.
Hasil tersebut membuat Persija terjun bebas ke posisi ke-15 klasemen Liga 1 dengan raihan empat poin. Koleksi nilai Persija juga sama dengan Perseru Serui yang berada satu tingkat di bawahnya atau zona degradasi.
Lihat juga:Persija Telan Kekalahan Ketiga di Liga 1 |
Persija selanjutnya bakal menghadapi dua laga kandang melawan Mitra Kukar dan Bali United. Dua tim yang harus dihadapi anak-anak Jakarta terbilang berat dan sulit untuk ditaklukkan.
Jika tak sanggup mengamankan tiga poin di kandang, bukan tidak mungkin nasib Teco bakal menyusul Hans Peter Schaller dan Timo Scheunemann yang dipecat dari Bali United dan Persiba Balikpapan.