PSSI saat ini sedang membuka pendaftaran untuk jabatan Sekjen PSSI menggantikan Ade Wellington yang mengundurkan diri dari jabatannya pada awal April 2017. Untuk sementara, jabatan Ade dipegang Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.
"Sejauh ini 27 nama yang daftar. Tapi banyak yang tidak lolos kualifikasi dari sisi latar belakang pendidikan kata Kadep personalia. Sedikit yang berlatar belakang dari sepak bola," kata Hanif kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Hanif menyampaikan mayoritas calon Sekjen PSSI adalah laki-laki. "Karena untuk sosok wanita, yang melamar setahu saya baru Ratu Tisha [Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru]," ujarnya.
Hanif juga mengaku belum mendapat arahan lebih lanjut mengenai waktu pasti penentuan Sekjen PSSI terpilih.
"Kalau dari calon itu ada yang terpilih, harusnya segera [diumumkan]. Tapi kalau dari pelamar tidak ada yang cukup kuat, bisa jadi ada arahan lain dari Ketum [PSSI, Edy Rahmayadi]," ucap Hanif.
Hanif berharap sekjen terpilih nanti memiliki kemampuan untuk membawa kestabilan dalam tubuh PSSI.
"Setelah lima bulan mendampingi Pak Ade maupun Pak Joko, saya paham bahwa tugas sekjen adalah posisi yang begitu kompleks lingkup tanggung jawabnya. Idealnya sekjen bukanlah tempat untuk belajar."
"Posisi sekjen harus diisi sosok yang sudah berpengalaman, bisa membaca medan, bisa diterima dengan baik oleh seluruh elemen anggota PSSI mulai dari klub, Asprov, Exco, Komite, departemen lain dan terpenting lagi berwawasan internasional," tutur Hanif.