Pelatih tunggal putra Denmark Kenneth Jonassen menilai Grup 1D para lawan memiliki tantangan masing-masing, termasuk Indonesia.
"Tidak masalah seperti apa kekuatan tim yang dibawa, mereka selalu menjadi tim yang sulit dikalahkan, kami harus menghormati mereka. Kami tidak memiliki pertandingan mudah di grup ini dan ini membutuhkan semangat tim kami, ini akan menantang," kata Kenneth di Gold Coast, Australia seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jonatan dan Anthony pasti akan menjadi pemain tumpuan indonesia di kemudian hari juga, jadi saya pikir ini akan menarik. Saya juga tidak begitu memperdulikan siapa yang akan saya hadapi, saya hanya fokus pada persiapan saya untuk melakukan yang terbaik di setiap pertandingan," kata Axelsen.
"Jikapun diturunkan saya akan bermain lebih baik dari hari ini. Saya lawan Jonatan belum pernah, namun dengan Ginting sudah akan tetapi semua mengalami perkembangan jadi mari berharap yang terbaik," ujar Ajay.
Tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu, memandang calon lawannya dari tim Indonesia harus diwaspadai seluruhnya, karena menurutnya tidak akan mudah.
"Sejujurnya kami tidak mengetahui siapa yang akan diturunkan apakah Fitriani, Dinar Dyah Ayustine atau Gregoria Mariska Tunjung, kami persiapkan segalanya dengan baik dan lakukan sebaiknya dalam turnamen beregu ini," katanya.
"Saya tidak ingn memikirkan itu sekarang, saya hanya fokus pada apa yang dijalani dan menargetkan untuk lolos fase grup dulu," ucap Line.
Indonesia sendiri akan menjalani laga perdana pada 23 Mei 2017 melawan India dan akan menghadapi Denmark pada 24 Mei 2017.