Mantan bek yang kini berusia 40 itu didekati klub kasta kedua Australia, South Melbourne untuk menukangi tim tersebut jika naik ke A-League pada musim 2018/19.
Seperti dilansir dari Goal, klub tersebut berharap bisa kompetitif saat penggemukan jumlah peserta A-League oleh federasi sepak bola Australia musim depan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carlos menegaskan andai dirinya hadir di Melbourne, dirinya ingin membuat tim dengan julukan Hellas itu kompetitif di A-League.
Carlos gantung sepatu pada 2015 silam di klub India, Delhi Dynamos. Ia berada di klub itu sebagai pemain sekaligus pelatih. Sebelum di Delhi, Carlos pernah melakoni hal sama di klub Rusia, Anzhi Makhachkala pada 2012 silam.
Setelah Anzhi, Carlos mencoba peruntungan di Turki sebagai pelatih di Sivasspor kemduian di Akhisar Belediyespor. Dan terakhir di Delhi sepanjang 2015 silam.
Karier Carlos sebagai pelatih memang tak secemerlang kariernya sebagai pesepak bola. Pria berkepala plontos ini adalah bagian dari kesuksesan Real Madrid di paruh kedua dekade 1990 dan paruh pertama dekade 2000an.
Empat trofi La Liga, satu Liga Champions, satu interkontinental, dan satu Piala Super Eropa adalah torehannya bersama Madrid.