Cumming menilai para wasit Indonesia masih lemah dalam menguasai bahasa asing. Terutama bahasa internasional yakni bahasa Inggris.
"Bahasa itu sangat penting. Saya agak khawatir dengan wasit Indonesia untuk belajar hingga ke luar negeri. Menurut saya efeknya kurang baik dalam pengembangan jangka panjang," kata Cumming.
"Akan tetapi, jika menimba ilmu di luar negeri itu bagian dari program studi banding, saya setuju," katanya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain kendala bahasa, kalau bawa wasit dari Liga Primer Inggris ke Indonesia, kami tidak mampu bayar," ucap Joko bercanda.
Selama dua pekan di Indonesia, ia membantu PSSI untuk memberikan penilaian cepat (quick assesment) terhadap wasit Indonesia, diskusi dengan pihak klub, dengan harapan pengembangan kualitas wasit Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.
Belakangan, kinerja wasit di kompetisi Indonesia menjadi sorotan. Tak pelak, staf pelatih, pemain, hingga manajemen kerap melayangkan protes baik secara lisan maupun lewat surat resmi kepada pengelola liga.
Kualitas wasit di Tanah Air dinilai masih minim dan kerap menjadi pemicu pertikaian di lapangan. Tak jarang pemain melakukan protes berlebihan karena sejumlah keputusan yang dianggap kontroversial.