Takdir memihak kepada Alves. Pemain 34 tahun itu tampil cemerlang bersama Juventus dan sukses menyingkirkan klub yang dibelanya selama delapan tahun: Barcelona di perempat final.
Alves menjadi salah satu kunci kekuatan Juve ketika mengalahkan Barca. Daya juang dan kematangan Alves di lapangan berhasil mematikan pergerakan bintang Barcelona, khususnya Neymar.
Pemain bernomor punggung 23 itu nyaris meneteskan air mata di markas Barcelona usai memastikan kemenangan Juve dengan aggregate 3-0. Meski tak muda lagi, Alves membuktikan dirinya masih pantas bermain di level tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang saya maksud adalah Barca akan kehilangan semangat saya, kepedulian saya di ruang ganti, dan mereka akan kehilangan darah yang selalu siap saya curahkan setiap mengenakan seragam Barcelona," tuturnya.
Alves memang kecewa terhadap keputusan petinggi Barcelona. Namun, hal itu tidak melunturkan kecintaannya kepada klub Katalan tersebut.
"Itu sudah pasti (kecewa diperlakukan tidak hormat oleh Barcelona). Tapi jika Anda bermain di sebuah klub selama delapan tahun dan memenangkan segalanya, klub itu akan selamanya melekat di hati Anda," terang Alves.