Dua tim legendaris itu bakal bertarung memperebutkan supremasi tertinggi kejuaraan antarklub Eropa di Cardiff, Wales, Sabtu (3/6).
Keramaian partai final itu pun hinggap di dua petinggi olahraga Indonesia, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir dan juga Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut terdengar unik, karena Erick merupakan presiden klub yang menjadi rival Juventus di Serie A Italia, Internazionale Milan.
Lihat juga:Menpora: Tindak Tegas Suporter yang Rasial |
Kemenangan Juventus pada partai final mendatang pun diharapkan Erick bisa mengangkat citra kompetisi sepak bola Italia yang selama satu setengah dekade terakhir kalah dari Liga Primer Inggris.
Meskipun mendukung Juventus, Erick tak mau mengesampingkan kiprah Real Madrid sebagai juara bertahan Liga Champions. Hanya saja Erick mengingatkan bahwa sejak format diubah belum pernah ada klub yang memenangkan Liga Champions dua kali berturut turut.
"Madrid punya kekuatan sendiri dan memang belum pernah ada juara Champions yang back to back. Bisa saja Madrid membuat prestasi luar biasa," katanya.
Lain halnya dengan Erick, Menpora Imam Nahrawi justru mendukung Madrid. Ia bahkan menegaskan dirinya sebagai pendukung abadi Real Madrid. Dan, tentu saja kali ini Imam menegaskan permainan klub yang dilatih Zinédine Zidane itu lebih baik dari Juventus.
"Saya belum berubah dari dulu sampai sekarang, dan saya lihat permainan Madrid belum berubah dan bahkan lebih baik dari Juve," katanya.
"Bola itu bundar, mungkin suatu yang tak terjadi kemarin akan terjadi hari ini. [Skor kemenangan] 2-1 untuk Madrid," kata Imam.