Hal itu diungkap pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut di hadapan pemain, Direktur PT PBB yang menaungi Persib, Teddy Tjahjono, dan Manajer Persib Umuh Muchtar.
Umuh mengatakan hal tersebut disampaikan Djanur setelah Persib dikalahkan Bhayangkara FC dengan skor 0-2 di Bekasi pada akhir pekan lalu. Namun, Umuh memberi kesempatan Djadjang untuk berpikir kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, secara terpisah, pentolan suporter Persib yang menjadi Dirijen Viking, Yana Umar, menilai Djanur harus diberi kesempatan untuk memperbaiki tim. Apalagi ada pertandingan kandang yang tengah menunggu, yakni melawan Persiba Balikpapan, Minggu 11 Juni mendatang.
"Kalau menurut saya coba kasih kesempatan pada pertandingan berikutnya," tegas Yana.
Tak hanya itu, Yana pun menegaskan Djanur mesti diberi keleluasaan dalam menerapkan strategi tanpa intervensi dari luar kursi kepelatihan.
"Buktikan, dan jangan ada intervensi. Supaya pelatih leluasa meramu tim," ujarnya.
"Selain pelatih dan pemain, alangkah baiknya manajemen juga dievaluasi. Sehingga didapatkan satu solusi untuk memperbaiki tim yang begitu dicintai Bobotoh ini," kata Yana.
Lihat juga:Carlton Cole Ingin Persib Bangkit |
Persib pun belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di Liga 1. Hasil buruk tersebut membuat Bobotoh gerah dan menuntut Djanur untuk mundur.
Desakan agar manajemen Persib untuk mendepak Djadjang menjadi trending topic di Twitter menyusul kekalahan dari Bhayangkara FC. Tagar #DjanurOut pun ramai digunakan di media sosial.