Hukuman berat itu diumumkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pada Selasa (6/6). Kala itu, satu dari suporter tersebut melakukan gestur tubuh ala salam Nazi, sementara satu lagi melakukan mimik bak kumis Adolf HItler dengan jarinya serta melakukan gestur memotong tenggorokan ke arah suporter Jerman.
Kini, keduanya tak bisa lagi ke stadion yang tiketnya dirilis FA baik di kompetisi domestik maupun internasional akibat ulah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Individu-individu yang melakuan perilaku seperti itu tidak merepresentasikan keseluruhan mayoritas suporter Inggris, bahkan nilai dan identitas yang kami anut sebagai sebuah negara sepak bola."
Clarke mengakui FA juga mewaspadai peningkatan tindakan tak profesional yang dilakukan sekelompok suporter pria dengan rentang usia 18-25, terutama yang akal sehatnya telah hilang karena pengaruh alkohol.
Tahun lalu, suporter Inggris pun terlibat dalam masalah dalam gelaran Piala Eropa 2016 di Perancis. Para hooligan--julukan suporter garis keras Inggris--terlibat baku hantam dengan suporter Rusia di Marseile. Aksi itu berakibat ancaman pengusiran timnas Inggris dan Rusia dari Piala Eropa 2016.
Dan, sejak 2014, sekitar 142 suporter Inggris telah dijatuhi sanksi dengan rentang waktu yang bervariasi dari mulai enam bulan hingga seumur hidup. Tak hanya itu, sekitar 239 peringatan pun telah diberikan kepada individu-individu lainnya.
Sejarah panjang konflik Inggris dan Skotlandia dibanjur kembali oleh aksi Brexit atau keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa. Hal itu pun kembali mencuatkan isu Skotlandia memisahkan diri dari Kerajaan Inggris. Anggota parlemen Skotlandia saat ini tengah mengajukan tuntutan referendum kedua untuk meraih kemerdekaan.