Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang sama-sama berasal dari organisasi pecinta alam Mahitala Unpar, Bandung, akan berangkat ke Alaska, Amerika Serikat guna menaklukkan puncak gunung Denali (6190 mdpl).
Mereka memulai perjalanannya dari terbang ke Amerika dari bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada 12 Juni 2017. Selanjutnya, ekspedisi pendakian akan dimulai pada 18 Juni mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini mereka telah menaklukkan lima puncak tertinggi, termasuk Aconcagua, di Argentina pada 1 Februari 2016. Mereka pun telah berhasil mencatatkan namanya sebagai tim perempuan Indonesia pertama yang berhasil mendaki puncak tertinggi di Antartika, Vinson Massif (4892 mdpl) pada 4 Januari 2017.
Dalam keterangannya disebutkan ekspedisi pendakian ke gunung Denali memiliki tantangan tersendiri. Gunung tersebut terkenal dengan jalur pendakian yang panjang, bahkan melebihi jalur pendakian Everest.
Itulah sebabnya Denali memiliki julukan sebagai The Tallest Mountain in The World. Gunung Denali memiliki perubahan jarak elevasi dari basecamp menuju puncak yang terpanjang yaitu mencapai 4000 meter. Adapun perubahan jarak elevasi dari basecamp menuju puncak adalah sebesar 3700 meter.
"Operasional pendakian kali ini diperkirakan akan memakan waktu 22 hari dengan total beban yang akan dibawa masing-masing adalah sekitar 40kg," keterangan tambahan dalam rilis tersebut.
Denali yang berarti The Great One adalah nama pemberian suku Koyukon Athabascan yang merupakan penghuni asli di sekitar gunung tersebut. Pada 1896 gunung tersebut dikenal dengan nama Mckinley yang diadaptasi dari nama Presiden Amerika kala itu, William McKinley. Nama resmi gunung itu diubah kembali jadi Denali pada 2015 silam oleh Presiden AS kala itu, Barack Obama.