Kepastian itu disampaikan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto saat memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dalam rapat itu, selain perwakilan dari Kemenpora juga hadir Chef de Mission (CdM) SEA Games 2017 Aziz Syamsudin dan Kepala Satlak Prima Achmad Soetjipto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyaluran anggaran untuk kontingen SEA Games 2017 mendatang berbeda dengan pengiriman kontingen sebelumnya untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Kala itu pemberian anggaran dicairkan bertahap. Proporsi penyaluran anggaran saat itu adalah 70% terlebih dahulu, dan sisanya 30% akan diberikan setelah anggaran sebelumnya telah dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Kemenpora menilai andai pola yang sama diterapkan pada SEA Games berpotensi menimbulkan kegaduhan. Alhasil, sesuai ketentuan dimungkinkan untuk disalurkan langsung tanpa termin.
Nantinya, pola penyaluran bantuan untuk SEA Games ini akan dilakukan 100% dengan batas penyerahan LPJ Keuangan dan Kegiatan tepat waktu sesuai MoU.
Gatot mengatakan anggaran untuk kontingen SEA Games itu sudah termasuk biaya pengadaan perlengkapan yang menjadi kebutuhan pribadi atlet seperti seragam kontingen, dan koper. Namun, sambungnya, dari anggaran tersebut tak mencakup kebutuhan pengadaan peralatan baik latihan maupun pertandingan.
Mirisnya, kurang dari dua bulan lagi gelaran SEA Games, para atlet belum juga mendapatkan peralatan baik latihan maupun pertandingan. Padahal, di beberapa cabang butuh waktu untuk penyesuaian dengan peralatan baru, seperti panahan dan boling.
Tentang hal tersebut, Gatot menyatakan belum memastikan segenap peralatan tersebut bakal diterima atlet.
"(Soal peralatan) Masih proses," sebut Gatot ketika dikonfirmasi lebih lanjut.