Pasalnya, ketiga pemain itu merayakan gol dengan bersyukur kepada Tuhan lewat cara keyakinan masing-masing secara berdampingan.
Ngurah Nanak sebagai pemain Hindu, mengangkat dan menyatukan kedua telapak tangannya sebagai tanda bersyukur. Miftahul sebagai pemain muslim, ia merayakan gol kemenangan Bali United dengan sujud syukur di lapangan hijau. Di tengah keduanya adalah Yabes yang seorang Kristen berlutut seraya menggenggam kedua tangan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, Ngurah Nanak memberikan kisahnya tentang selebrasi gol tersebut kepada kantor berita yang berbasis di London, Inggris, Reuters.
Pria berusia 28 itu mengatakan dirinya bergabung dalam perayaan gol itu setelah rekan-rekan satu timnya melakuakn syukur.
Dalam laga di Serui tersebut, Bali akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1 atas tuan rumah Perseru.
"Saya tak pernah mengira ini akan menjadi viral. Karena... kami hanya ingin menunjukkan rasa terima kasih kami kepada Tuhan, karena kami berhasil memenangi pertandingan tersebut," ujar pria yang bernama lengkap Anak Agung Ngurah Wahyu Trisnajaya tersebut.
Nanak mengatakan dia dan timnya saling menghormati satu sama lain apapun suku, keyakinan, serta latar belakang masing-masing. Dan, itu dapat membantu timnya meraih hasil-hasil positif dalam Liga 1 2017.
"Karena dalam tim ini kami memang berbeda satu sama lain, namun yang penting adalah kami berjuang bersama sebagai satu tim," kata Nanak yang bermain sebagai pemain bertahan tersebut.
Selebrasi gol dengan keberagaman keyakinan itu pun diunggah klub Bali United lewat laman Facebook resmi miliknya.
'Karena perbedaan keyakinan tidak akan menghalangi kami untuk mencapai tujuan yang sama. Bali United Jaya!' demikian tertulis dalam unggahan foto di akun Facebook Bali United.