Perjuangan Tontowi/Liliyana untuk bisa jadi juara pun diapresiasi Imam. Apalagi, Liliyana tampil dalam kondisi yang belum 100 persen pulih dari cedera usai tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Tontowi/Liliyana memastikan gelar seusai menumbangkan pasangan China, Zheng Siwei/Chen Qingchen dua set langsung, 22-20 dan 21-15 di partai pamungkas.
"Bersyukur meskipun dalam keadaan cedera, Owi/Butet tetap menunjukkan performa terbaiknya. Yang terpenting adalah kerja sama,” kata Imam yang menyaksikan pertandingan final ganda campuran Indonesia Terbuka 2017 dari pos ronda di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menpora RI Imam Nahrawi di pos ronda antusias menyaksikan aksi Owi/Butet pada final Indonesia Terbuka 2017. (Raiky/kemenpora.go.id) |
"Secara keseluruhan saya ucapkan terima kasih kepada PBSI, kepada seluruh pemain dan seluruh pencinta bulutangkis Indonesia yang sudah memberikan dukungan luar biasa," tambah Menpora.
Sementara itu, Liliyana sejak sebelum Olimpiade sudah pernah menyebut keinginannya untuk gantung raket. Namun, diakuinya keinginannya itu ditunda lantaran ada permintaan langsung dari Menpora supaya kembali membuat prestasi di Asian Games 2018 di mana Indonesia jadi tuan rumahnya.
Kondisi cedera lutut yang dialami Liliyana juga membuat penampilannya tidak maksimal di beberapa turnamen. Terakhir, ia dan Tontowi gagal lolos ke semifinal All England 2017 sebelum akhirnya tidak diikutsertakan di skuat Piala Sudirman 2017.
Menpora RI Imam Nahrawi di pos ronda antusias menyaksikan aksi Owi/Butet pada final Indonesia Terbuka 2017. (Raiky/kemenpora.go.id)