Dari komposisi yang ada saat ini, hanya ada dua pemain yang bisa diandalkan menjadi kreator di lini tengah. Mereka adalah Evan Dimas Darmono dan Gian Zola Nasrulloh di posisi gelandang serang.
Evan memang seorang gelandang bertipikal playmaker. Pemain Bhayangkara FC itu dikenal piawai mengatur ritme permainan dan jeli melepaskan umpan kunci ke daerah pertahanan lawan.
Hanya saja, pemain jebolan Timnas Indonesia U-19 itu kerap bermasalah soal kebugaran fisiknya. Sejauh ini Luis Milla pun jarang menurunkan Evan selama 90 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evan Dimas (kanan) menjadi satu-satunya playmaker murni di skuat Timnas U-22. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Zola memang punya kecepatan dan kebugaran yang bagus. Namun, daya jelajah serta kepiawaiannya dalam mengatur tempo permainan belum sebaik Evan yang sudah mengecap pengalaman tampil di Timnas senior.
Gian Zola memiliki kecepatan yang impresif di lini tengah. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Meski tahap seleksi belum rampung, namun Paulo tampaknya menjadi satu di antara pemain yang gagal bersaing. Dia juga termasuk pemain yang absen pada dua laga uji coba internasional melawan Kamboja (8/6) dan Puerto Rico (13/6).
Sementara itu, Milla tetap memepertahankan tiga gelandang pekerja keras yang kuat dalam bertahan. Di antaranya, ada Muhammad Hargianto, Asnawi Mangkualam Bahar, dan Hanif Sjahbandi.
Egy Maulana menjadi wajah baru di Timnas U-22. (Dok. PSSI) |
Lihat juga:Sosok Egy Maulana Si Pencuri Hati Luis Milla |
Juru taktik asal Spanyol tersebut tampaknya akan lebih mengoptimalkan peranan dari sayap. Meski sudah memiliki Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, Septian David Maulana, dan Miftahul Hamdi, Milla masih melirik penggawa Timnas U-19 Egy Maulana Vikri.
Di balik minimnya peran gelandang serang, komposisi lini depan justru tetap ramai. Luis Milla masih ingin memantau perkembangan Marinus Mariyanto Wanewar, Yabes Roni Malaifani, Ezra Walian, dan Ahmad Nur Hardianto.
Sementara di posisi penjaga gawang menyisakan tiga pemain, yakni Kurniawan Kartika Ajie, Moch Diky Indriyana, dan Satria Tama.
Evan Dimas (kanan) menjadi satu-satunya playmaker murni di skuat Timnas U-22. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Gian Zola memiliki kecepatan yang impresif di lini tengah. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Egy Maulana menjadi wajah baru di Timnas U-22. (Dok. PSSI)