Praktis, jumlah itu berbanding terbalik dengan rekan satu timnya, Andrea Dovizioso yang sejauh ini sudah mengemas tiga podium. Bahkan dua di antaranya diraih Dovizioso lewat kemenangan beruntun di GP Italia dan GP Katalonia di Barcelona.
Lihat juga:Valentino Rossi Ingin Bayar Utang di Assen |
Meski untuk sementara ini Dovi lebih sukses, Lorenzo mengaku tak iri. Menurutnya, keberhasilan Dovizioso musim ini telah menggarisbawahi potensi yang dimiliki motor Desmosedici GP17.
Pebalap asal Spanyol itu optimistis Ducati akan kembali membuktikan sebuah paket kekuatan di GP Assen, Minggu (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang balapan di Assen akhir pekan ini, Lorenzo yakin, Desmosedici mampu beradaptasi dengan baik dari satu trek ke trek lainnya selama satu musim.
Di kelas MotoGP, Lorenzo baru sekali menahbiskan diri sebagai pemenang di Sirkuit Assen, yakni pada musim 2010. Nmaun, ia pernah dua kali jadi pemenangan saat tampil bersama Aprilia di kelas 250cc musim 2006 dan 2007.
Selama sembilan tahun bersama Yamaha, Lorenzo jarang mendapatkan hasil bagus di Assen. Selain menang di musim 2010, prestasi terbaiknya di Assen yakni finis di posisi ketiga pada 2015 lalu.
Lihat juga:Fakta-fakta Menarik MotoGP Belanda di Assen |
"Yang terpenting adalah terus bekerja dengan cara yang sama dan memperbaiki setiap akhir pekan seperti yang kita dapatkan di balapan terakhir," ucap Lorenzo.
Saat ini, pebalap 30 tahun itu berada di urutan ketujuh klasemen MotoGP 2017 dengan raihan 59 poin. Ia berselisih 45 poin dari Dovi yang menempati posisi kedua dan 52 poin dari Maverick Vinales di puncak klasemen.