'Spesialis Piala Dunia' menjadi julukan baru Queiroz setelah ia mampu mengantar Iran lolos ke Piala Dunia 2018.
Kemenangan atas Uzbekistan 2-0 pada bulan ini membuat Iran menjadi tim pertama dari Asia yang lolos ke Piala Dunia 2018. Iran lolos sebagai pemuncak grup A kualifikasi zona AFC dengan sisa dua pertandingan tersisa. Prestasi lain Iran sepanjang kualifikasi Grup A yang juga dihuni Korea Selatan, Qatar, China, dan Suriah adalah tak pernah kebobolan (setara 720 menit pertandingan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa sangat bangga dan terhormat dengan pencapaian [lolos ke Piala Dunia]," kata juru taktik 64 tahun asal Portugal itu seperti dikutip dari AFP.
Lihat juga:Jurus Ronaldo Hindari Cecaran Media |
Kali pertama, Queiroz membawa Afrika Selatan berlaga di Piala Dunia 2002. Kemudian timnas negaranya sendiri, Portugal, dibawa ke Piala Dunia 2010 dan berkompetisi hingga babak 16 besar.
"Ada pelatih-pelatih yang berhasil meloloskan empat kali [timnas ke Piala Dunia] tetapi tidak dengan tim-tim yang berbeda," ujar Queiroz.
Sebelum Queiroz, pelatih lain yang berhasil meloloskan timnya ke Piala Dunia sebanyak empat kali adalah Walter Winterbottom dan Helmut Schon. Winterbottom membawa Inggris empat kali ke Piala Dunia secara beruntun sejak 1950. Rekor itu sama dengan Schon yang membawa Jerman Barat ke Piala Dunia empat kali kurun waktu 1966-1978.
![]() Carlos Queiroz (tengah) merayakan keberhasilan bersama skuat timnas Iran saat memastikan tiket ke Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Uzbekistan pada 12 Juni 2017. (AFP PHOTO / ATTA KENARE) |
"Bisa melakukan ini dengan tiga negara, kebudayaan, dan setidaknya mentalitas berbeda itu hal yang unik," ujar Queiroz. "Masing-masing negara memiliki tantangannya sendiri-sendiri, kekuatan dan kelemahan masing-masing.
Queiroz memang berangkat dari timnas dalam kariernya sebagai pelatih utama. Mantan kiper itu kali pertama melatih timnas Portugal U-20 kurun waktu 1989-1991. Di bawah kepelatihannya, Portugal berhasil menjadi juara Piala Dunia Junior dua kali beruntun kala itu.
Luis Figo, Rui Costa, dan Joao Pinto adalah andalan Queiroz saat membawa Portugal U-20 juara 1991 di tanah sendiri. Dua tahun sebelumnya, ia membawa Portugal U-20 juara bersama Fernando Couto, Joao Pinto, dan Paulo Sousa.
Setelah berprestasi bersama timnas junior, asosiasi sepak bola Portugal pun mempromosikan Queiroz menjadi pelatih tim senior pada 1991-1993. Pada kesempatan pertamanya melatih timnas senior tersebut ia tak mampu mengantar Portugal ke Piala Dunia 1994.
Ia akhirnya merapat ke klub Portugal, Sporting Lisbon selama dua musim sebelum melanjutkan petualangan ke benua lain. Setelah setahun ia berpetualang bersama klub Amerika Serikat dan Jepang, Queiroz kembali melatih timnas. Ia menjadi arsitek Uni Emirat Arab lalu Afrika Selatan.
Carlos Queiroz sempat dua kali menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson di Manchester United. (AFP PHOTO / ANDREW YATES) |
Queiroz ditendang. Ia lalu kembali lagi ke Old Trafford untuk menjadi tangan kanan Ferguson dari 2004 hingga 2008. Ketika Luiz Felipe Scolari berhenti jadi pelatih timnas Portugal, Queiroz pun menggantikannya.
"Saya sudah melatih untuk waktu yang sangat lama. Saya sungguh tak ingin memikirkan apa yang akan terjadi setelah Piala Dunia berikutnya," kata Queiroz.
"Jika binatang sepak bola ini masih menggigit saya di perut, saya akan tetap melanjutkan [kerja]. Saya ingin merasa bahagia."

Carlos Queiroz sempat dua kali menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson di Manchester United. (AFP PHOTO / ANDREW YATES)