Praveen/Debby memegang kendali permainan sejak gim pertama. Meski Duk-young/Ha-na sempat menyamakan kedudukan 18-18, Praveen/Debby akhirnya berhasil menang 21-19 di gim pertama.
Di gim kedua, Duk-young/Ha-na semakin tertinggal. Bahkan pasangan Korea Selatan itu sempat ketinggalan jauh 10-16. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan Duk-young/Ha-na, dan Praveen/Debby pun menang 21-16 di gim kedua.
“Tiap pemain itu kalau ketemu lawan ada cocok-cocokan, mungkin kami lebih cocok permainannya kalau ketemu Duk-young/Ha-na,” ujar Debby seperti dikutip dari situs resmi PBSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Praveen mengaku sedikit terburu-buru di gim pertama. Kondisi itu dimanfaatkan oleh Duk-young/Ha-na untuk menyamakan kedudukan.
Pada laga final yang akan berlangsung di Sydney Olympic Park Sports Centre, Minggu (25/6), Praveen/Debby akan menantang unggulan pertama asal China Zheng Siwei/Chen Qingchen.
Indonesia sebenarnya memiliki wakil lainnya di babak final, yakni Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Boon Heong Tan dari Malaysia. Hendra/Tan akan melawan ganda putra unggulan ketiga asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.