De Boer menandatangani kontrak dengan Palace, Senin (26/6), sebagai pengganti Sam Allardyce yang memutuskan pergi setelah menyelamatkan The Eagles dari jurang degradasi.
De Boer yang kali terakhir dipecat Inter Milan pada November 2016, memiliki target ambisius bersama Palace di Liga Primer musim depan. Pelatih 47 tahun itu ingin membawa Palace bersaing di papan atas.
"Targetnya adalah menjadi tim Liga Primer yang solid, bukannya kesulitan dengan degradasi. Itu target kami. Jika kami bisa melakukan yang lebih, itu bagus," ujar De Boer seperti dikutip dari BBC Sport.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sam Allardyce posisinya digantikan Frank de Boer. (Reuters / Andrew Couldridge) |
Dua pengusaha asal Amerika Serikat, Josh Harris dan David Blitzer, yang membeli sebagian besar saham Palace pada Desember 2015 menjanjikan dana segar untuk membeli pemain musim ini.
Lihat juga:Casillas Nyaris Tertipu Lionel Messi KW |
Selain itu Palace juga mendapatkan 109,6 juta poundsterling (setara Rp1,8 triliun) dari hak siar televisi setelah finis posisi ke-14 musim lalu.
Sam Allardyce posisinya digantikan Frank de Boer. (Reuters / Andrew Couldridge)