Kedua posisi itu disebut sangat penting untuk segera didatangkan sesuai permintaan dari pelatih Aji Santoso. Persoalan dua pemain yang akan dicoret nantinya, Ruddy masih enggan untuk bersuara.
Kemungkinan besar, pemain yang akan dicoret dari tim adalah pemain marquee mereka, Juan Pablo Pino, yang dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi pelatih.
Manajemen telah mendapat sejumlah kandidat. Bahkan, pilihan pemain baru itu sudah mengerucut untuk salah satu dari dua posisi yang diincar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Entah nanti ada (pemain) yang dicoret atau bagaimana, tapi dua posisi itu sangat penting untuk Arema sesuai evaluasi pelatih. Kami, manajemen hanya mengeksekusi," lanjutnya.
"Pilihan terburuk ya memulangkan. Karena jujur, maaf, kami lihat tidak ada yang lebih bagus dari Pino juga pemain tengah yang ada itu," ucap Ruddy.
Kesalahan dalam pemilihan marquee player ini pun menjadi pelajaran berharga buat Arema. Setelah melakukan evaluasi, Ruddy menilai lebih penting merekrut striker sebagai pemain marquee.
"Analisisnya, kalau marquee player itu jangankan main di liga Indonesia, main di liga top Asia saja pati dia sudah menurun (permainannya). Tapi, kalau poisisi striker, dia main di level Liga 1, kemampuannya masih di atas rata-rata," jelasnya.
Ruddy mencontohkan Cristian Gonzales yang meski sudah di usia 40 tahun tapi masih produktif. Begitu juga Keith Kayamba yang sudah memasuki usia uzur tapi terus menampilkan permainan terbaiknya.
"Rata-rata klub di Liga 1 ini mengambil pemain tengah sebagai marquee player. Striker murni hampir tidak ada. Hanya Madura United (Peter Odemwingie) yang striker."
Sayang, sampai saat ini Ruddy mengaku belum mendapatkan informasi terkait libur pertengahan musim. Termasuk informasi soal jendela transfer pemain untuk di paruh musim.