Biasanya memang posisi Sekjen PSSI selalu diisi dari kaum pria. Sebut saja mulai dari sejak era Nugraha Besoes, Tri Goestoro, Halim Mahfud, Azwan Karim, dan terakhir Ade Wellington.
Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto mengatakan, ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan Ratu Tisha sebagai Sekjen. Dari 10 Komite Eksekutif (Exco) yang hadir pada rapat Exco di Makostrad, Iwan menyebut masing-masing memiliki alasan tersendiri untuk menyetujui Ratu Tisha sebagai Sekjen baru PSSI.
Lihat juga:Ratu Tisha Resmi Jadi Sekjen PSSI |
Menurut Iwan, dari beberapa uji kompetensi dan penilaian yang dilakukan Departemen Personalia PSSI, hampir semuanya Ratu Tisha berada di peringkat pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 30 pelamar yang mendaftarkan diri sebagai Sekjen PSSI, tidak ada yang bisa menyaingi Ratu Tisha.
Selanjutnya, sebelum dilantik, para Exco meminta untuk bertemu langsung dengan sejumlah Exco. Rencananya, pekan depan Tisha akan resmi dilantik.
Sebab, seorang Sekjen bertugas untuk melaksanakan kebijakan, baik dari PSSI, dari Kongres PSSI maupun dari AFF, AFC, hingga FIFA. Dikatakannya lagi, hal tersebut yang ingin dikomunikasikan Exco bersama Tisha.
Kegagalan atas pemilihan Ade Wellington sebelumnya sebagai Sekjen dianggap Iwan sebagai pengalaman berharga. Itu termasuk cara meladeni oihak media yang dianggap menjadi satu kelemahan Sekjen sebelumnya.
"Saat uji kepantasan dan kelaikan, saya kebetulan hadir dan salah satu item yang kami sampaikan kepada calon yang diberikan kepada lima calon pelamar waktu itu dan bahwa "Punyakah anda waktu 24 jam dalam satu hari untuk meladeni pertanyaan dari teman-teman media?' Tisha menjawab sanggup," sebutnya.
Pilih Salah Satu
Terpilih menjadi Sekjen PSSI, Ratu Tisha diharuskan untuk memilih. Pasalnya, saat ini ia juga menjabat sebagai Direktur Kompetisi di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Itu sesuai dengan pembahasan sebelum sidang Exco.
Terkait Tisha sebagai Sekjen wanita pertama PSSI, salah satu Exco Papat Yunisal meminta agar jangan ada perbedaan dan dibedakan. Bahkan, Papat meminta Tisha harus siap menghadapi situasi apapun dengan posisi Sekjennya saat ini. (bac)