Pelepasan GPN Lombok Barat ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Asdep Pengelolaan Olahraga dan Pendidikan Arifin Majid bersama Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid.
GPN kali ini diikuti sekitar 4000 peserta dari berbagai kalangan untuk menempuh rute sekitar 20 km dan mengambil start dari Kantor Bupati.
"Target yang kita ingin capai adalah 30% dari seluruh masyarakat Indonesia sehingga masyarakat Indonesia akan hidup sehat dan bugar," kata Arifin Majid seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya balap sepeda, GPN Lombok Barat juga menggelar prosesi sakral penyerahan tanah dan air adat untuk disatukan dengan tanah-tanah dari 90 kota yang dipilih sebagai lokasi GPN.
Setelah disatukan, tanah air tersebut akan dibangunkan sebuah monumen di Gunung Tidar, Magelang, Jawa Tengah dalam perayaan puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September mendatang.
"Tanah dan air ini akan di bawa ke Gunung Tidar dan pada tanggal 9 September akan berkumpul di Magelang pada puncak hari Haornas. Di Magelang akan dibuat monumen dari tanah dan air yang dikumpulkan dari seluruh propinsi," ujar Arifin.