Skuat arahan Fakhri Husaini ditahan imbang 2-2 dari Myanmar pada laga tersebut. Fakhri pun menilai hasil tersebut murni karena keberuntungan timnya, terlebih pada gol terakhir yang dicetak Miftahul Husyen pada menit ke-82.
Indonesia sempat unggul 1-0 lewat gol Rendi Juliansyah pada awal-awal babak. Namun, Indonesia justru berbalik tertinggal 1-2 akibat dua gol pemain Myanmar N Soe melalui eksekusi penalti dan LM Htwe.
Skuat Garuda Asia akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-82 lewat tendangan Husyen yang mengarah ke sisi kiri gawang Myanmar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan gelandang Timnas Indonesia ini juga mengakui, skuatnya belum menunjukkan performa seperti yang diinginkannya.
"Hasil seri 2-2 dengan cara bermain kami seperti tadi yang banyak melakukan kesalahan, buat saya ini realistis," terang Fakhri.
Pergantian yang dilakukan Fakhri dengan memasukkan Husyen dan Alsya memang cukup krusial dengan gol kedua yang diciptakan Timnas U-16.
"Keputusan untuk memasukkan Husyen dan Alsya harus saya lakukan, saya punya banyak sumber daya. Saya harus memaksimalkan sisi-sisi ruang permainan."
"Masuknya mereka membawa perubahan yg cukup signifikan bagi tim ini," pungkasnya.