Kekalahan itu membuat Persib tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara Liga 1. Sementara Madura berhasil mengatrol posisinya ke peringkat dua setelah sempat berada di peringkat keempat.
Melihat jalannya permainan, kedua tim sebenarnya terlihat seimbang. Jual beli serangan kerap terjadi. Artinya Persib cukup memberikan perlawanan ketat kepada tim tuan rumah. Bahkan pada babak pertama dan awal babak kedua mereka bisa mencetak gol.
Sayang, dua gol yang dilesakkan oleh Maitimo (45) dan Essien (55) itu dianulir karena wasit menganggap sebelum proses gol tercipta, terlebih dahulu terjadi offside.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih yang sukses membawa Persib meraih gelar juara Liga Super Indonesia 2014 itu mempersilakan masyarakat untuk menilai sendiri apa yang terjadi dalam laga tersebut.
Lebih lanjut, satu hal yang membuatnya heran adalah penalti yang diberikan kepada Madura United pada babak pertama. Saat itu terjadi duel di kotak penalti antara Deidi Kusnandar dan Greg Nwokolo. Menganggap ada pelanggaran yang dilakukan Dedi, wasit Kusni kemudian menunjuk titik putih.
Odemwingie yang menjadi eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik, dan membawa Madura unggul atas Persib di babak pertama.
"Satu penalti juga tidak jelas. Saya tidak mau terlalu banyak berkomentar, tapi silakan menilai seperti apa," tegasnya.
Pelatih yang akrab disapa Djanur itu melanjutkan, dua gol yang dianulir secara tidak langsung mengganggu para pemainnya di lapangan. "Kami akui bahwa kondisi tersebut membuat pemain terganggu," tukasnya.