"Kami sudah menyampaikan rencana usulan tambahan pada RAPBN-P tahun 2017, karena ada beberapa kekurangan yang diajukan stakeholder baik dari INASGOC yang mengajukan kurang lebih Rp1,8 triliun dan disetujui di APBNP oleh Menteri Keuangan sebesar Rp1,5 triliun. Namun angka itu juga harus disetujui di Komisi X juga," kata Imam kepada para awak media usai rapat.
Usulan tambahan INASGOC sebesar Rp1,5 triliun tersebut meliputi kesekretariatan, test event, hubungan masyarakat dan media, persiapan konsep pembukaan dan penutupan, sumber daya manusia, medis dan kontrol doping, pengisian kamar wisma atlet, iklan dan promosi, penyewaan sistem penyiaran dan produksi, pembangunan sarana IT, serta pembangunan sistem pencatatan waktu dan skor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum usulan anggaran tambahan tersebut, INASGOC sudah dapat dana tambahan Rp500 miliar yang berasal dari APBN 2017.
Asian Games 2018 rencananya akan digelar pada 18 Agustus sampai 2 Sepetember tahun depan. Pesta Olahraga Asia edisi ke-18 itu menjadikan Jakarta dan Palembang sebagai kota tuan rumah.
Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, sempat mengatakan perusahaan-perusahaan BUMN berkomitmen untuk menjadi sponsor Asian Games 2018.
"Pak Wapres [Jusuf Kalla] menekankan bahwa Asian Games ini adalah satu ajang yang sangat prestisius, nomor dua setelah Olimpiade, oleh karena itu ini adalah kesempatan bagus untuk Indonesia," ucap Rini di Kantor Wapres RI