Socrates yang meninggal pada 4 Desember 2011, dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat dalam sejarah Brasil meski tidak pernah mempersembahkan gelar untuk tim Selecao.
Terlahir dengan nama lengkap Socrates Brasileiro Sampaio de Souza Vieira de Oliveira, mantan pesepakbola yang dijuluki 'Doctor Socrates' itu memastikan hidupnya tidak keberatan nama.
Socrates bahkan bisa dibilang sebagai pesepakbola terpintar dalam sejarah. Betapa tidak, pesepakbola yang mencetak 22 gol dari 60 caps bersama timnas Brasil itu memiliki dua gelar akademis yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Socrates (kanan) telat dalam berkarier profesional di sepak bola. (REUTERS/Vanderlei Almeida) |
Sebagai salah satu legenda sepak bola, Socrates terbilang telat memulai karier profesionalnya, yakni di usia 24. Hal itu dikarenakan agar Socrates bisa menyelesaikan studinya untuk menjadi dokter.
Meski menjadi legenda timnas Belanda, Socrates gagal memberikan Selecao gelar. (AFP PHOTO / STRINGER) |
“Jika saya tetap menjadi dokter, maka saya hanya akan berada di satu area lingkungan dan hanya mengetahui satu sisi kehidupan,” ujar Socrates seperti dikutip dari BBC.
Selain menjadi dokter dan punya gelar PhD, Socrates juga aktif di dunia politik. (AFP PHOTO/Juan BARRETO) |
Satu hal yang menarik, Socrates mengulangi 'kesalahan' orang tuanya dalam memberi nama. Socrates memberi nama putra pertamanya Fidel, setelah terinspirasi mantan presiden Kuba Fidel Castro.
“Ketika saya memberi nama putra saya Fidel, ibu saya mengatakan, ‘Bukankah itu nama yang cukup kuat untuk anak’. Kemudian saya katakan, ‘lihat yang kamu lakukan kepadaku’,” ucap Socrates.
Socrates (kanan) telat dalam berkarier profesional di sepak bola. (REUTERS/Vanderlei Almeida)
Meski menjadi legenda timnas Belanda, Socrates gagal memberikan Selecao gelar. (AFP PHOTO / STRINGER)
Selain menjadi dokter dan punya gelar PhD, Socrates juga aktif di dunia politik. (AFP PHOTO/Juan BARRETO)