Mutiara Hitam yang Tak Pernah Berhenti Bersinar

Jun Mahares , CNN Indonesia | Senin, 17/07/2017 19:53 WIB
Mutiara Hitam yang Tak Pernah Berhenti Bersinar Sempat meredup di awal musim, Mutiara Hitam kembali bersinar di kompetisi Liga 1. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Julukan Mutiara Hitam yang disematkan kepada Persipura Jayapura bukan tanpa makna. Klub asal Papua tersebut terus bersinar meski sempat dilanda segudang problem di awal musim Liga 1 musim 2017.

PT Freeport Indonesia yang selama ini menjadi sponsor utama secara mengejutkan menghentikan aliran dana ke Persipura. Kondisi ini sempat membuat manajemen mundur dari kompetisi sebelum akhirnya mendapat suntikan dana segar dari Bank Papua sebesar Rp7,5 miliar.

Klub kebanggaan masyarakat Papua itu memutuskan untuk ikut Liga 1 dengan mengandalkan mayotitas talenta lokal. Hanya Addison Alves (36) yang berstatus pemain asing di klub berjuluk Mutiara Hitam.

Masalah Persipura belum berhenti sampai di situ. Manajemen klub terpaksa memecat pelatih Angel Alfredo Vera dua hari jelang kompetisi digulirkan karena terbentur regulasi lisensi kepelatihan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 mewajibkan pelatih klub kasta tertinggi harus mengantongi lisensi A AFC. Syarat mutlak yang tak bisa dipenuhi pelatih asal Argentina tersebut.

Persipura Jayapura sukses membungkam tuan rumah, Arema FC, dengan skor 2-0.Persipura Jayapura sukses membungkam tuan rumah, Arema FC, dengan skor 2-0. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Persipura yang menunjuk Liestiadi sebagai pelatih kepala harus terseok-seok di awal musim. Karier mantan juru taktik Persegres Gresik United ini ternyata hanya bertahan di pekan ke-10.

Liestiadi pun memutuskan mundur dari jabatannya setelah Persipura takluk 0-2 di markas Madura United. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk juga menelan kekalahan telak 1-5 dari PSM Makassar. Dua kekalahan beruntun menjadi alasan kuat bagi Liestiadi untuk angkat koper dari Papua.

Entah kebetulan atau tidak, kepergian Liestiadi justru menjadi kebangkitan bagi Persipura. Tim kebanggaan Persipura Mania bahkan sukses melejit ke posisi kedua klasemen sementara dengan catatan tak terkalahkan di lima pertandingan terakhir.

Teranyar, Persipura yang ditangani pelatih anyar, Wanderley Junior, berhasil mencuri kemenangan di markas Arema FC. Gol yang diciptakan Ruben Sanadi dan Yan Pieter Nasadit memastikan kemenangan 2-0 di Malang.

Kapten Persipura Boaz Solossa masih menjadi anutan para pemain muda asal Papua.Kapten Persipura Boaz Solossa masih menjadi anutan para pemain muda asal Papua. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Sejumlah talenta lokal macam Marinus Maryanto Manewar dan Prisca Womsiwor pun tampil cemerlang. Marinus mencetak tiga gol dari delapan pertandingan, sementara Womsiwor sukses mengemas lima gol.

Womsiwor mulai menjadi sorotan setelah Mariyanus harus absen di sejumlah laga Persipura lantaran tergabung di Timnas Indonesia yang diproyeksikan ke SEA Games 2017.

Boaz Solossa yang kini berusia 31 tahun pun masih menjadi anutan para pemain muda. Striker Indonesia di Piala AFF 2016 itu pun sudah menyarangkan lima gol dari 11 pertandingan.

Persipura yang sempat terseok-seok di awal musim mulai menunjukkan taji sebagai tim favorit juara. Pengoleksi juara empat kali di kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu kembali ke jalur perburuan gelar di Liga 1 musim 2017.

Mental juara yang dimiliki Boaz dkk masih tersimpan rapi. Sinar Mutiara Hitam yang sempat pudar kembali berbinar dan mengancam posisi puncak klasemen yang beberapa pekan terakhir dikuasai PSM Makassar.