logo CNN Indonesia

Barcelona Bentengi Neymar dari Rayuan PSG

, CNN Indonesia
Barcelona Bentengi Neymar dari Rayuan PSG Barcelona menanggapi santai isu kepindahan Neymar ke Paris Saint Germain. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barcelona santai menghadapi rayuan Paris Saint-Germain untuk mencuri Neymar. Selain dipatok dengan haga jual tinggi, bintang asal Brasil itu juga diklaim nyaman bermain dengan Blaugrana.

Niat Barca untuk mendatangkan Marco Verratti dari PSG mendapat serangan balik. Klub asal Perancis itu juga mulai menebar ancaman untuk mencuri Neymar jika Barca terus menggoda Veratti.

Seperti dilaporkan Diaro Sport, Neymar diklaim mulai tak betah di Camp Nou lantaran hanya menjadi bayang-bayang sang megabintang Lionel Messi.

PSG memanfaatkan isu ini untuk menggoda Neymar. Media Spanyol, AS, juga meyakini Les Parisiens tak akan sungkan untuk menebus klausul pelepasan Neymar yang mencapai 222 juta euro.

Peluang kepergian Neymar semakin menguat setelah ayah Neymar dikabarkan telah menjalin negosiasi dengan PSG baru-baru ini.

Meski demikian, spekulasi kepergian Neymar ditanggapi santai oleh pihak Barca. Melalui juru bicara mereka, Josep Vives, mengatakan Neymar sudah memiliki komitmen untuk membangun masa depan yang indah di Camp Nou.

"Yang kami pedulikan bahwa ia tetap bahagia di sini. Ia telah menjalani musim yang luar biasa dan ia masih menjadi salah satu pemain terbaik di dunia," kata Vives seperti dilansir ESPN.

"Ia bahagia di klub ini dan klub juga sebaliknya. Ia mengatakan hal itu dan membuktikan dengan sikapnya. Kami santai saja menanggapi hal itu (tawaran PSG) dan kami berharap musim depan akan lebih baik dari sebelumnya."

Vives juga menegaskan Neymar masuk dalam rencana utama pelatih Ernesto Valverde. Penyerang 25 tahun itu tetap menjadi andalan di lini depan bersama Messi dan Luis Suarez.

"Kepergian Neymar tak masuk dalam bayangan kami; klub ini hanya memikirkan untuk mempertahankan pemain terbaik sepertinya, salah satu ikon kami," ujar Vives. (jun)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video